Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

F1: Verstappen Tidak Goyah, Selisih 47 Poin Jaga Jarak dari Norris

Admin 23 Dec 2025

F1: Verstappen Tidak Goyah, Selisih 47 Poin Jaga Jarak dari Norris

Max Verstappen mengamankan gelar Juara Dunia Pembalap Formula 1 keempat berturut-turut pada musim 2024, namun kemenangannya datang di tengah tantangan yang kian ketat dari Lando Norris dari McLaren, yang muncul sebagai pesaing utama sepanjang tahun. Meskipun ada periode di mana keunggulan Verstappen menyusut signifikan, pembalap Red Bull Racing tersebut secara konsisten menunjukkan kepercayaan diri yang teguh, mencerminkan mentalitasnya yang tidak tergoyahkan dalam menghadapi tekanan.

Musim 2024 menyaksikan pergeseran dinamika di puncak Formula 1, dengan McLaren bangkit menjadi penantang serius. Setelah serangkaian pembaruan teknis besar pada mobil MCL38 mereka di Grand Prix Miami, Lando Norris berhasil meraih kemenangan perdananya di F1. Peningkatan performa McLaren ini terbukti dramatis, dengan jarak waktu rata-rata Norris di belakang Verstappen menyusut drastis dari hampir 25 detik di awal musim menjadi sedikit di atas 6 detik dalam delapan balapan setelah Miami.

Momentum McLaren berlanjut sepanjang musim, ditandai dengan kemenangan Norris di Zandvoort dan Singapura. Pada titik tertentu setelah Grand Prix Singapura, Norris berhasil memangkas selisih poin dari Verstappen menjadi 52 poin. Sementara itu, menjelang Grand Prix Brasil, selisih poin antara keduanya berada di angka 44. Meskipun angka "47 poin" menjadi perbincangan, fluktuasi ini menggarisbawahi intensitas persaingan. Bahkan di tengah periode di mana Red Bull menunjukkan "kemerosotan performa" dan McLaren terus menanjak, Verstappen tetap mampu memaksimalkan potensi RB20-nya.

Verstappen secara terbuka mengakui tantangan yang dihadapi timnya di tahun 2024, menggambarkan musim tersebut sebagai "naik turun" dan menyatakan bahwa mereka "belajar banyak" dari masa-masa sulit. Dalam sebuah kesempatan, setelah Grand Prix Austria 2024, Verstappen bahkan mengaku "terkejut dengan jarak" yang ia miliki atas Norris di sesi kualifikasi, menunjukkan fokusnya pada performa mutlak daripada kekhawatiran terhadap pesaing. Namun, kepercayaan diri Verstappen tidak berarti Red Bull sepenuhnya tanpa keprihatinan. Penasihat Red Bull, Helmut Marko, bahkan menyebut "jarak yang mengkhawatirkan" terhadap McLaren setelah Norris mendominasi Grand Prix Belanda dengan keunggulan lebih dari 20 detik atas Verstappen.

Keberhasilan Verstappen meraih gelar juara keempatnya di Grand Prix Las Vegas, meski Red Bull Racing menempati posisi ketiga dalam Kejuaraan Konstruktor, menggarisbawahi kapasitasnya yang luar biasa dalam mengekstraksi performa maksimal dari mobil. McLaren, di sisi lain, berhasil meraih gelar Juara Dunia Konstruktor untuk pertama kalinya sejak 1998, membuktikan efektivitas pembaruan mereka dan konsistensi dari kedua pembalapnya.

Kemunculan Lando Norris sebagai penantang serius, dilengkapi dengan mobil yang kompetitif dari McLaren, telah mengubah lanskap Formula 1. Meskipun Verstappen pada akhirnya mampu mempertahankan keunggulannya di musim 2024, persaingan ketat ini menjanjikan potensi duel yang lebih intens di musim-musim mendatang, menantang dominasi absolut yang pernah dinikmati Red Bull. Verstappen sendiri, dalam refleksi akhir musim, menyatakan kebahagiaannya atas musim yang dijalani Norris, bahkan sempat mengatakan kepadanya di masa lalu bahwa "waktumu akan tiba," yang mengindikasikan rasa hormat terhadap pesaingnya tanpa mengurangi dorongan kompetitifnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan semakin besar, Verstappen tetap berpegang pada keyakinan akan kemampuannya sendiri.