Hangtuah Datangkan Eks Bintang NBA Shabazz Muhammad dan Devin Davis

Hangtuah Jakarta secara agresif merekrut dua pemain asing berpengalaman, Shabazz Muhammad dan Devin Davis, pada Mei 2025, menjelang fase playoff Indonesian Basketball League (IBL) musim 2025. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat tim setelah kehilangan dua pilar sebelumnya, Adonys Henriquez dan Samuel Adewunmi, sekaligus menegaskan ambisi Hangtuah untuk melaju lebih jauh dari sekadar babak penyisihan.
Perekrutan kedua pemain ini merepresentasikan upaya serius Hangtuah dalam meningkatkan daya saingnya di liga. Shabazz Muhammad, mantan pilihan ke-14 NBA Draft 2013, membawa rekam jejak lima musim di NBA bersama Minnesota Timberwolves dan Milwaukee Bucks, dengan rata-rata 9,0 poin per pertandingan sepanjang 278 pertandingan musim reguler NBA. Pengalaman Muhammad di level tertinggi bola basket global, termasuk penampilannya dalam empat pertandingan playoff NBA, menjadikan rekrutmennya sebagai salah satu yang paling menonjol dalam sejarah IBL. Sebelum bergabung dengan Hangtuah, Muhammad bermain untuk Sagesse di Liga Lebanon. Managing Director Hangtuah Jakarta, Musab Mochammad, menyatakan bahwa kehadiran Muhammad membuktikan tekad klub untuk melaju lebih jauh, bukan hanya sekadar lolos playoff. Rino Donosepoetro, pendiri klub, bahkan menyebut Muhammad sebagai pemain "high profile" tertinggi yang pernah bermain di IBL.
Di sisi lain, Devin Davis, yang berposisi sebagai power forward atau center, dikenal karena kemampuannya dalam pertahanan di bawah ring dan rebounding. Meskipun tidak terpilih dalam NBA Draft 2018, Davis telah membangun karier profesional yang solid di berbagai liga Eropa, termasuk G-League (Lakeland Magic), Yunani (Lavrio, Peristeri), Prancis (ESSM Le Portel), Italia (Napoli, Scaligera Verona), Kazakhstan (Astana), dan terakhir Panionios, Yunani. Ia diharapkan menjadi tandem efektif bagi Rakeem Christmas di paint area. Pembina Klub, Eddi Danusaputro, mengemukakan bahwa kehadiran Davis bertujuan menutupi kesulitan tim dalam memenangkan duel di bawah ring, terutama saat Rakeem Christmas diistirahatkan.
Secara historis, Hangtuah, yang didirikan pada tahun 1982, telah menjadi salah satu kekuatan di bola basket nasional, bahkan mencapai semifinal IBL pada musim 2017-2018. Namun, mereka seringkali terhenti saat berhadapan dengan tim-tim besar seperti Satria Muda atau Pelita Jaya. Klub ini juga dikenal karena fokusnya pada pengembangan pemain muda. Pada musim reguler IBL 2025, Hangtuah menunjukkan performa yang kuat dengan 14 kemenangan dari 22 pertandingan, mengamankan tempat di babak playoff. Perekrutan Muhammad dan Davis pada pertengahan musim menegaskan komitmen manajemen untuk tidak hanya mencapai playoff, tetapi juga bersaing memperebutkan gelar.
Implikasi jangka panjang dari perekrutan pemain asing berprofil tinggi seperti Muhammad dan Davis tidak hanya terbatas pada performa Hangtuah di lapangan. Untuk musim IBL 2026, liga menerapkan regulasi baru yang signifikan. Klub diizinkan merekrut tiga pemain asing, dengan dua di antaranya memiliki batas tinggi badan maksimal 200 cm dan satu tanpa batasan tinggi. Selain itu, IBL juga memberlakukan salary cap sebesar USD 30.000 per bulan untuk pemain asing, disertai denda progresif bagi klub yang melebihi batas tersebut. Pengalaman Hangtuah mengelola pemain dengan kontrak besar seperti Muhammad, yang kemungkinan melampaui batas salary cap yang baru, akan menjadi studi kasus penting. Keputusan perekrutan ini juga menggarisbawahi tren IBL yang semakin menarik minat pemain internasional berkualitas, meningkatkan standar kompetisi secara keseluruhan dan memberikan pengalaman berharga bagi pemain lokal. Kebijakan salary cap dan kuota tiga pemain asing dipercaya akan menciptakan persaingan yang lebih merata dan sehat secara finansial antar klub di masa depan.