Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Derby Milan: Strategi Jenius Pelatih Bungkam Peragu

Admin 21 Nov 2025

Derby Milan: Strategi Jenius Pelatih Bungkam Peragu

Laga Derby della Madonnina yang akan datang menghadirkan adu taktik antara dua pelatih, Cristian Chivu dari Inter Milan dan Massimiliano Allegri dari AC Milan, yang sama-sama telah menghadapi dan membungkam kritik melalui pendekatan strategis mereka. Pertemuan pertama di musim 2025-2026 ini diperkirakan akan menyajikan duel formasi 3-5-2 yang sama, namun dengan filosofi implementasi yang berbeda.

Di kubu Inter, Cristian Chivu mengambil alih jabatan pelatih kepala pada Juni 2025, menggantikan Simone Inzaghi. Chivu, yang sebelumnya melatih Parma dan menyelamatkan mereka dari degradasi, telah berhasil membalikkan keadaan Inter setelah musim 2024-2025 yang "menyakitkan", termasuk kekalahan telak di final Liga Champions sebelumnya. Di bawah asuhannya, Inter telah mencetak 26 gol di Serie A, menjadikannya tim dengan gol tertinggi di liga, sebuah bukti dari pendekatan langsung dan pressing intensitas tinggi yang ia terapkan. Chivu dikenal karena formasi 3-5-2 yang mengutamakan keterlibatan wing-back dan transisi cepat. Ia bahkan dilaporkan enggan mengubah pendekatan taktisnya ini untuk derbi, menunjukkan keyakinan penuh pada sistem yang telah mengembalikan ketajaman Nerazzurri. Kekalahan 5-0 dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions Mei 2025 menandai akhir era Inzaghi dan membuka jalan bagi Chivu untuk membawa perubahan.

Sementara itu, AC Milan menyambut kembali Massimiliano Allegri sebagai pelatih kepala pada 30 Mei 2025, setelah periode turbulent yang melihat Stefano Pioli dan Paulo Fonseca memimpin tim. Allegri mewarisi tim yang baru saja melalui musim 2024-2025 yang mengecewakan, finis di posisi kedelapan Serie A dan memicu protes dari para penggemar. Keputusan Allegri untuk mengadopsi formasi 3-5-2 sejak pramusim, meskipun ada rumor tentang preferensi 4-3-3, menunjukkan tekadnya untuk membangun fondasi yang lebih kokoh. Formasi ini, yang dapat berubah menjadi 5-4-1 atau 5-3-2 saat bertahan dengan wing-back yang turun, bertujuan untuk membuat Milan "lebih sulit untuk ditembus", mengatasi kerapuhan pertahanan yang terlihat di musim sebelumnya, terutama dalam derbi. Allegri membawa pengalaman segudang, termasuk satu gelar Serie A bersama Milan pada 2011 dan lima bersama Juventus. Kembalinya Allegri dan penekanan taktisnya pada lini tengah yang solid dan pertahanan yang terorganisir menjadi upaya untuk membungkam keraguan atas kemampuan Milan untuk bersaing di level tertinggi.

Meskipun kedua tim diperkirakan akan turun dengan formasi dasar 3-5-2, perbedaan filosofi dan detail implementasi akan menjadi kunci. Chivu akan mengandalkan tekanan tinggi dan transisi menyerang cepat untuk mengeksploitasi celah, sementara Allegri akan fokus pada kekompakan pertahanan dan kontrol lini tengah, dengan pemain seperti Rafael Leao dan Christian Pulisic di Milan yang menjadi ancaman besar dalam ruang terbuka yang harus diwaspadai Chivu. Derby ini bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang validasi taktis bagi dua pelatih yang bertekad membuktikan bahwa metode mereka adalah jalan menuju kesuksesan.