Gladbach Remuk Redam, Kevin Diks dkk Disemprot Habis Pelatih

Borussia Mönchengladbach terguncang setelah kekalahan telak 0-4 di kandang sendiri dari Werder Bremen pada 14 September 2025, yang memicu pemecatan pelatih kepala Gerardo Seoane sehari kemudian dan menyisakan para pemain, termasuk bek anyar Kevin Diks, di bawah tekanan besar dari manajemen dan penggemar. Kekalahan memalukan di Borussia-Park, yang juga memperpanjang rekor tanpa gol Gladbach di awal musim Bundesliga 2025-2026 menjadi tiga pertandingan, menyoroti kerapuhan pertahanan yang parah dan kurangnya efektivitas di lini serang.
Kekalahan dari Bremen menjadi puncak dari awal musim yang mengecewakan bagi Die Fohlen, yang hanya meraih satu poin dari tiga pertandingan pertama dan berada di posisi ke-16 klasemen Bundesliga. Seoane, yang mengambil alih Gladbach pada Juni 2023, dipecat setelah serangkaian 10 pertandingan Bundesliga tanpa kemenangan yang membentang dari dua musim terakhir. Direktur Pelaksana Roland Virkus secara terbuka mengakui perlunya pembicaraan menyusul performa buruk tersebut. "Setelah kekecewaan seperti itu, Anda harus memikirkannya dan melihatnya. Saya tidak bisa mengatakan apa-apa sekarang. Memang benar bahwa kami akan dan harus membicarakannya - dan kemudian kami akan melangkah maju," kata Virkus.
Analisis pertandingan melawan Werder Bremen mengungkap kelemahan defensif yang mencolok dan kesalahan fatal yang berulang kali dieksploitasi oleh lawan. Bahkan dengan statistik menciptakan peluang dengan nilai gol yang diharapkan (xG) 4,4 di tiga pertandingan pembuka, Gladbach menjadi salah satu dari hanya empat klub di lima liga top Eropa yang gagal mencetak gol. Kevin Diks, bek serbaguna yang baru bergabung dengan Gladbach pada 1 Juli 2025 dan melakoni debut Bundesliga pada 24 Agustus 2025, menjadi bagian dari unit pertahanan yang dikritik keras. Gelandang Gladbach, Rocco Reitz, tidak menyembunyikan kekecewaannya pasca-pertandingan. "Kami sama sekali tidak bisa puas. Banyak hal yang tidak bagus hari ini. Itu tidak cukup, itu bukan level Bundesliga," ujar Reitz.
Sebelum pemecatannya, Seoane telah memimpin Gladbach finis di posisi ke-14 pada musim 2023-2024 dan ke-10 pada musim 2024-2025. Pemecatan pelatih asal Swiss ini, dan penunjukan pelatih U-23 Eugen Polanski sebagai pengganti sementara, menggarisbawahi urgensi klub untuk mengembalikan stabilitas dan performa. Tekanan kini beralih ke skuad Gladbach, termasuk pemain seperti Diks yang diharapkan menjadi pilar di lini belakang, untuk menunjukkan respons dan adaptasi taktis yang diperlukan. Tantangan jangka panjang Gladbach akan bergantung pada kemampuan mereka untuk mengatasi masalah pertahanan yang terus-menerus dan menemukan kembali identitas menyerang mereka di bawah kepemimpinan baru. Kegagalan untuk melakukannya dapat mengancam posisi mereka di Bundesliga dan memperpanjang periode ketidakpastian.