Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Messi Nyaris Direbut Spanyol: Kisah Penyelamatan Argentina

Admin 23 Nov 2025

Messi Nyaris Direbut Spanyol: Kisah Penyelamatan Argentina

Kisah tentang bagaimana Argentina berhasil menggagalkan upaya Spanyol untuk mengamankan Lionel Messi sebagai pemain internasional mereka adalah salah satu babak paling krusial dalam sejarah sepak bola modern. Sebuah "operasi rahasia" dan langkah cepat dari Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) memastikan bahwa salah satu pemain terhebat sepanjang masa akan mengenakan seragam biru-putih, bukan merah La Roja.

Pada awal 2000-an, bakat luar biasa Lionel Messi sudah mencuri perhatian di akademi La Masia Barcelona, tempat ia tiba pada usia 13 tahun. Spanyol, negara tempat ia menghabiskan sebagian besar hidupnya dan memiliki paspor Spanyol, secara alami tertarik untuk merekrutnya ke tim nasional mereka. Bahkan, Messi memiliki silsilah yang memungkinkannya bermain untuk Spanyol karena kakek buyutnya yang kelahiran Catalan. Direktur sepak bola Barcelona kala itu, Carles Rexach, juga mendorong Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol untuk mengamankan masa depan sang pemain.

Pada tahun 2003, Federasi Sepak Bola Spanyol secara aktif berusaha meyakinkan Messi muda untuk memilih mereka. Pelatih tim nasional Spanyol bahkan menjadi putus asa ketika ia kembali ke Argentina dan menugaskan seorang pekerja Federasi untuk melacak anak ini, Messi. Ada informasi bahwa Spanyol sudah menyiapkan dokumen untuk memanggil Messi ke Piala Dunia U-20 tahun 2004. Menurut aturan FIFA, jika seorang pemain telah mewakili tim muda suatu negara, mereka tidak dapat lagi bermain untuk negara lain. Situasi ini membuat Argentina berada di ambang kehilangan pemain terpenting dalam sejarah mereka.

Namun, keinginan Messi selalu untuk bermain bagi negara kelahirannya, Argentina. Dalam bukunya, 'Messi, The Patriot', ia menulis, "Saya ditanya secara informal apakah saya ingin bermain untuk Spanyol, tetapi saya selalu mengatakan bahwa saya ingin bermain untuk tim nasional saya karena saya mencintai Argentina dan ini adalah satu-satunya warna yang ingin saya kenakan".

Melihat urgensi tersebut, Jose Pekerman, yang saat itu menjabat sebagai pelatih tim nasional Argentina U-20 dan kemudian tim senior, melakukan langkah cepat. Ia menerima peringatan dari Eropa tentang ketertarikan Spanyol yang serius. Pekerman kemudian berbicara dengan asistennya, Hugo Tocalli, yang telah menyiapkan skuad untuk Kejuaraan U-20 Amerika Selatan yang akan dimulai sebulan lagi.

Pekerman menegaskan bahwa Messi tidak perlu bermain di turnamen resmi, melainkan hanya membutuhkan satu pertandingan persahabatan resmi yang tercatat oleh FIFA, bahkan jika hanya satu menit. Ini akan cukup untuk mengikatnya dengan Argentina dan menghalangi kelayakannya untuk Spanyol. Pekerman meyakinkan Presiden AFA, Julio Grondona, untuk segera mengatur pertandingan persahabatan tersebut. Grondona setuju, dengan syarat pertandingan tersebut harus diadakan di stadion Argentinos Juniors, tempat kelahiran Diego Maradona, sebagai simbolisasi.

Pertandingan persahabatan melawan Paraguay U-20 pun diatur pada 29 Juni 2004. Dalam pertandingan yang berakhir 8-0 itu, Messi bermain dan dengan menit-menit resmi tersebut, ia secara permanen menjadi pemain Argentina. Pekerman mengungkapkan bahwa tujuan utama pertandingan itu adalah untuk membuat pernyataan bahwa Messi adalah pemain tim muda Argentina dan meyakinkan Leo bahwa ia dianggap serius. Mereka bahkan mengundang wasit internasional Gabriel Brasenas dan meminta dia membawa lembar FIFA resmi untuk mencatat informasi pertandingan, suatu hal yang tidak biasa untuk pertandingan semacam itu. Sebuah foto Messi di pertandingan tersebut juga diambil dan dicetak di surat kabar Argentina, berfungsi sebagai bukti jika Spanyol mencoba memanggil Messi di kemudian hari.

Mantan rekan setim Messi di Barcelona, Cesc Fabregas, mengakui bahwa akan "fenomenal jika Leo bermain untuk Spanyol" dan La Roja mungkin akan memenangkan lebih banyak gelar. Namun, Fabregas juga memahami bahwa Messi "selalu merasa sangat Argentina" dan keputusannya adalah yang "sempurna". Kini, Lionel Messi adalah pemegang rekor penampilan (178), gol terbanyak (106), dan gol Piala Dunia terbanyak (13) untuk Argentina, serta memimpin tim meraih gelar Copa América 2021, Finalissima 2022, dan Piala Dunia FIFA 2022 yang bersejarah. Kisah ini menjadi bukti intuisi Pekerman dan upaya taktis AFA yang berhasil mengamankan masa depan salah satu ikon sepak bola dunia bagi tanah airnya.