Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Padel Resmi Menggebrak Asian Games 2026 sebagai Cabang Olahraga Baru

Admin 20 Nov 2025

Padel Resmi Menggebrak Asian Games 2026 sebagai Cabang Olahraga Baru

Padel secara resmi telah ditetapkan sebagai salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Asian Games ke-20 tahun 2026. Pengumuman penting ini disampaikan oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA), menandai babak baru bagi olahraga raket yang semakin populer ini di kancah multi-olahraga terbesar di Asia. Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung di Prefektur Aichi dan Nagoya, Jepang, mulai tanggal 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Keputusan ini dicapai setelah serangkaian pertemuan antara Presiden Federasi Padel Internasional (FIP), Luigi Carraro, dan Direktur Jenderal OCA, Husain Al Musallam, yang berlangsung di Kuwait. Pertemuan tersebut bertepatan dengan kejuaraan perdana FIP World Cup Pairs, menegaskan komitmen kedua belah pihak terhadap pengembangan padel di tingkat global. FIP dan Padel Asia mengumumkan pengakuan OCA ini pada 10 November 2025.

Direktur Jenderal OCA, Husain Al Musallam, menyambut baik Federasi Padel Internasional dan Padel Asia sebagai bagian dari keluarga besar OCA. Ia menyatakan bahwa padel telah menunjukkan pertumbuhan dan energi yang luar biasa di seluruh benua, menginspirasi generasi baru atlet dan penggemar. Husain juga menambahkan bahwa keikutsertaan padel dalam Asian Games mencerminkan komitmen OCA untuk merangkul olahraga-olahraga baru yang menyatukan masyarakat dan mewujudkan nilai-nilai Olimpiade seperti persahabatan, rasa hormat, dan keunggulan.

Presiden FIP, Luigi Carraro, menyambut hangat keputusan OCA ini, menilai sebagai pencapaian penting dalam sejarah olahraga padel dan langkah besar menuju pengakuan global. Carraro berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan hampir 100 federasi nasional guna mengembangkan olahraga ini di seluruh dunia. Senada, Presiden Padel Asia, Tariq Zainal, menilai pengakuan OCA ini membuka lembaran baru bagi pertumbuhan pesat olahraga padel di Asia, menjadikannya platform strategis bagi atlet-atlet Asia untuk unjuk kemampuan di tingkat tertinggi.

Padel, olahraga yang memadukan elemen tenis dan squash, pertama kali ditemukan pada tahun 1969 di Meksiko oleh Enrique Corcuera. Olahraga ini dimainkan di lapangan yang lebih kecil dari tenis dan dikelilingi dinding kaca atau jaring, dengan raket padat tanpa senar. Padel telah mengalami pertumbuhan pesat di Asia, dengan FIP mencatat sekitar 2,2 juta pemain amatir yang tersebar di 30 negara dan lebih dari 4.600 lapangan di 4.500 klub di Asia.

Penambahan padel dalam Asian Games 2026 ini tidak hanya memantapkan posisinya di pentas internasional, tetapi juga membuka peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut di Asia dan dunia. Keputusan ini juga dinilai sebagai batu loncatan menuju ambisi yang lebih besar, yaitu membuka jalan bagi potensi keikutsertaan padel dalam Olimpiade Brisbane 2032 di Australia.

Indonesia, melalui Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) yang diketuai oleh Galih Kartasasmita, telah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi. PBPI tengah berjuang untuk menjadi anggota tetap Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sebagai langkah strategis untuk memajukan padel di tanah air. Selain padel, Asian Games 2026 juga akan memperkenalkan cabang olahraga baru lainnya seperti kriket dan beladiri campuran (MMA), sehingga total akan ada sekitar 41 hingga 42 cabang olahraga yang dipertandingkan.