Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Kiprah Emas Atlet Triathlon-Balap Sepeda RI di SEA Games 2025

Admin 22 Dec 2025

Kiprah Emas Atlet Triathlon-Balap Sepeda RI di SEA Games 2025

Kontingen Indonesia menampilkan dominasi signifikan pada cabang olahraga triathlon dan balap sepeda di SEA Games 2025 Thailand yang baru saja berakhir 20 Desember, melampaui target perolehan medali dan mengukuhkan posisi sebagai kekuatan regional. Prestasi ini disokong oleh program pembinaan jangka panjang serta dedikasi atlet yang tak kenal lelah, menghasilkan total tujuh medali emas, tiga perak, dan satu perunggu dari triathlon, serta tiga emas, empat perak, dan empat perunggu dari balap sepeda.

Dalam ajang multi-olahraga yang diselenggarakan di Bangkok dan Chonburi, Thailand, Indonesia berhasil menjadi juara umum di cabang triathlon. Martina Ayu Pratiwi muncul sebagai bintang utama, mengoleksi lima medali emas dan dua perak dari nomor triathlon, aquathlon, dan duathlon, menjadikannya atlet Indonesia dengan raihan medali terbanyak di SEA Games 2025. Martina meraih emas di triathlon individu putri dengan catatan waktu 1 jam 1 menit 11 detik, mengungguli atlet Filipina Kira Ellis dan wakil Singapura Herlene Natasha Zhihui Yu. Sementara itu, Rashif Amila Yaqin menyumbangkan emas di nomor triathlon individu putra dengan waktu 54 menit 37 detik. Capaian gemilang ini, termasuk emas dari Mixed Duathlon Relay yang dipersembahkan Alias Praji, menegaskan keberhasilan pembinaan Federasi Triathlon Indonesia (FTI) di bawah kepemimpinan Armand van Kempen. Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, sebelumnya telah menekankan pentingnya pembinaan triathlon sebagai olahraga Olimpiade, dengan target menjadi juara umum di SEA Games sebagai pijakan menuju Asian Games dan Olimpiade.

Di sisi balap sepeda, atlet-atlet Merah Putih juga menorehkan prestasi cemerlang. Rendy Varera Sanjaya meraih medali emas di nomor Mountain Bike Cross-Country putra dan perak di Downhill putra. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, senang, dan bangga sekali dengan pencapaian ini," kata Rendy, yang menambahkan bahwa target utamanya sebenarnya adalah nomor downhill. Ayustina Delia Priatna juga menunjukkan performa luar biasa dengan meraih emas di nomor Individual Time Trial (ITT) putri dan dua perunggu dari balap jalan raya dan lintasan. Ayustina mengaku melampaui ekspektasi pelatih dan kini bertekad fokus pada Asian Games 2026. "Alhamdulillah, ini SEA Games kelima saya dan emas kedua saya di SEA Games. Medali ini untuk ibu saya, untuk ICF dan Ketua Umum Listyo Sigit, serta para pelatih," ujar Ayustina. Medali emas kedua balap sepeda diraih oleh tim putra di nomor Men's Time Trial melalui kolaborasi Aiman Cahyadi, Muhammad Syelhan Nurrahmat, Maulana Astnan, dan Muhammad Raihan Maulidan dengan waktu 1 jam 13 menit 27 detik.

Kesuksesan ini tidak terlepas dari sistem pembinaan yang semakin terstruktur dan konsisten. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Budi Saputra, menyoroti peningkatan signifikan jumlah peserta Kejuaraan Nasional Balap Sepeda 2025 sebagai indikator selarasnya pembinaan di daerah dengan program nasional. Sebanyak 80 persen atlet triathlon nasional yang berlaga di SEA Games 2025 berasal dari Jawa Timur, menunjukkan keberhasilan model pembinaan di tingkat provinsi tersebut. Namun, Aiman Cahyadi menyerukan agar pola pembinaan atlet tidak terhenti pasca-SEA Games, mengkritisi kebiasaan lama membentuk tim secara mendadak menjelang ajang multi-event. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jakarta, Hidayat Humaid, juga mengapresiasi medali emas perdana atlet triathlon Jakarta di SEA Games, menandai hasil dari pembenahan organisasi dan pembinaan terencana.

Raihan prestasi di SEA Games 2025 ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi. Dengan target ambisius Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) untuk masuk lima besar Olimpiade pada 2044, kelanjutan program pembinaan yang konsisten dan dukungan dari semua pemangku kepentingan menjadi krusial. Tantangan ke depan adalah mempertahankan momentum ini, tidak hanya dengan merayakan kemenangan, tetapi juga dengan memastikan keberlanjutan regenerasi dan peningkatan kualitas atlet agar mampu bersaing di kancah Asian Games dan Olimpiade.