Hangtuah Jakarta Tanpa Adonys Henriquez: Perburuan Pengganti Dimulai

Jakarta, 24 Desember 2025 – Hangtuah Jakarta secara mendadak kehilangan Adonys Henriquez, salah satu pemain asing pilar mereka, pada 23 Mei 2025, setelah hanya lima bulan memperkuat tim dalam lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2025. Kepergian mendadak Henriquez ini terjadi hanya beberapa jam sebelum pertandingan krusial melawan Prawira Bandung, di mana Hangtuah harus mengakui kekalahan 55-64 tanpa kehadirannya. General Manager Hangtuah, Jalu Wisnu Wirajati, mengonfirmasi bahwa Henriquez memutuskan kembali ke Amerika Serikat karena urusan keluarga, dengan adiknya dilaporkan sakit parah.
Henriquez, seorang guard asal Republik Dominika, telah menjadi tulang punggung serangan Hangtuah musim ini, memainkan peran vital dalam menjaga posisi tim di papan atas klasemen. Dalam 21 pertandingan, ia mencatatkan rata-rata 18,6 poin, 8,1 rebound, 6 assist, dan 1,4 steal per gim, menjadikannya pencetak poin terbanyak bagi tim. Kontribusinya yang menyeluruh ini membantu Hangtuah meraih 14 kemenangan dari 21 pertandingan dan menempati posisi kelima klasemen IBL dengan 36 poin, hanya selisih satu angka dari pemuncak klasemen Satria Muda Pertamina. Kehilangan pemain dengan produktivitas dan visi bermain seperti Henriquez dapat menimbulkan guncangan signifikan terhadap dinamika tim yang tengah berjuang menuju babak playoff setelah absen sejak musim 2022.
Menanggapi kekosongan yang ditinggalkan Henriquez dan pemain asing lainnya, Samuel Adewunmi (yang diganti atas keputusan pelatih), manajemen Hangtuah bergerak cepat mendatangkan dua pengganti baru: Shabazz Muhammad dan Devin Davis. Keputusan ini mencerminkan ambisi Hangtuah untuk tidak hanya mengisi kekosongan, tetapi juga meningkatkan kualitas roster secara keseluruhan. Shabazz Muhammad membawa rekam jejak yang mengesankan, pernah bermain lima tahun di NBA bersama Minnesota Timberwolves dan Milwaukee Bucks, bahkan dipilih sebagai pick ke-12 dalam NBA Draft 2013. Pengalaman Muhammad di level tertinggi bola basket global diharapkan dapat memberikan dimensi serangan yang berbeda serta kepemimpinan di lapangan. Sementara itu, Devin Davis, yang mengawali kariernya di G League dan pernah memperkuat Panionios di Liga Basket Yunani, akan menjadi pengalaman pertamanya bermain di Asia, menawarkan kekuatan di area rebound dan pertahanan.
Pergantian pemain asing di tengah musim reguler seringkali menjadi perjudian bagi tim IBL. Integrasi dua pemain baru, terutama dengan kaliber Muhammad, membutuhkan adaptasi cepat dengan sistem permainan pelatih Wahyu Widayat Jati dan rekan-rekan setim. Kualitas individu Muhammad dan Davis memang tidak diragukan, namun tantangan utamanya terletak pada kemampuan mereka untuk segera menyatu dan mempertahankan momentum positif yang telah dibangun Henriquez. Kehadiran Muhammad, khususnya, berpotensi mengubah identitas serangan Hangtuah dan bisa menjadi katalisator penting dalam perburuan posisi playoff yang semakin ketat. Manajemen Hangtuah telah mengambil langkah berani, berharap pengalaman dan reputasi global para pemain baru ini akan mengantar tim menuju pencapaian target musim 2025.