Selamat Datang Oumar: Kisah Islam Frederic Kanoute

Legenda sepak bola asal Mali dan mantan striker Sevilla, Frederic 'Oumar' Kanoute, baru-baru ini menyedot perhatian publik sepak bola Indonesia dengan kehadirannya dalam rombongan Tim Nasional Mali U-23. Kanoute, yang dikenal luas sebagai seorang mualaf yang taat, berada di Indonesia untuk mendampingi tim Mali U-23 dalam serangkaian pertandingan uji coba melawan Timnas Indonesia U-23.
Kehadiran Kanoute di Indonesia sempat menjadi perbincangan, terutama setelah ia terlihat merayakan gol pembuka Mali pada laga uji coba pertama yang berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, pada 15 November. Namanya tercatat dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) sebagai Observer/Analysis untuk tim Mali U-23.
Ketika didekati oleh awak media untuk wawancara setelah pertandingan, Kanoute dengan sopan menolak, seringkali hanya menjawab "No interview. Assalamualaikum" atau "Waalaikumsalam" sambil tersenyum ramah dan terus berjalan menuju bus tim. Sikapnya ini menunjukkan sisi kepribadiannya yang dikenal sebagai seorang Muslim yang teguh. Kanoute sendiri memeluk Islam pada usia 20 tahun saat masih bermain untuk klub Prancis, Lyon, dan mengadopsi nama 'Oumar'.
Di luar lapangan hijau, Kanoute memiliki rekam jejak yang mengesankan dalam pengabdian sosial dan keagamaan. Ia pernah mendonasikan gajinya setara satu tahun senilai 700 ribu euro (sekitar $700.000 USD) pada tahun 2007 untuk membayar biaya sewa sebuah masjid di Seville yang kontraknya telah habis. Selain itu, ia juga membantu mengumpulkan dana hampir 15 miliar rupiah dalam sebuah kampanye crowdfunding daring untuk membangun masjid permanen dan pusat kebudayaan di Sevilla, Spanyol.
Selama karier profesionalnya, Kanoute dikenal sebagai striker yang mematikan. Ia mencetak 136 gol untuk Sevilla, menjadikannya pencetak gol asing terbanyak untuk klub tersebut. Kanoute juga meraih kesuksesan besar dengan Sevilla, termasuk memenangkan dua gelar Piala UEFA (sekarang Liga Europa) pada musim 2005/06 dan 2006/07. Setelah pensiun, Kanoute lebih banyak berkecimpung sebagai agen pemain melalui agensi olahraga yang ia dirikan, 12 MANagement Sport. Kehadiran figur inspiratif seperti Kanoute dalam agenda sepak bola nasional tentu menjadi sorotan penting bagi perkembangan Liga Indonesia dan dunia sepak bola Tanah Air.