Mohamed Salah di Liverpool: Dari Biang Masalah ke Dilema Serba Salah

Drama sedang memanas di Anfield menyusul pernyataan eksplosif dari megabintang Liverpool, Mohamed Salah, yang secara terbuka mengindikasikan keretakan hubungannya dengan pelatih kepala Arne Slot dan mengungkapkan ketidakbahagiaannya atas situasi di klub. Insiden ini mencuat setelah Salah dicadangkan untuk ketiga kalinya secara beruntun dalam pertandingan Liga Inggris melawan Leeds United pada 6 Desember 2025, yang berakhir imbang 3-3.
Dalam wawancara pasca-pertandingan yang mengejutkan, Salah menuduh klub dan Arne Slot menjadikannya "kambing hitam" atas performa buruk tim musim ini. Ia juga mengklaim bahwa klub telah melanggar janji yang dibuat saat ia menandatangani kontrak baru pada April 2025. Pemain berusia 33 tahun itu secara terang-terangan menyatakan bahwa hubungannya dengan Slot kini "tidak ada lagi" dan menyiratkan bahwa "seseorang tidak menginginkannya di klub".
Situasi ini menempatkan Liverpool dalam posisi serba salah. Baru delapan bulan lalu, Salah menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun yang mengikatnya hingga akhir musim 2026/27, dengan gaji fantastis sekitar 500.000 poundsterling per minggu. Ini adalah kontrak yang ditandatangani setelah negosiasi panjang dan mempertimbangkan performanya yang luar biasa pada musim 2024-2025, di mana ia mencetak 34 gol dan 23 assist dalam 52 penampilan di semua kompetisi, serta menyamai rekor Premier League dengan 47 keterlibatan gol saat Liverpool menjuarai liga.
Namun, musim 2025-2026 berjalan jauh dari harapan bagi Liverpool. Di bawah asuhan Arne Slot, tim menunjukkan performa "rata-rata" di Liga Inggris, terperosok di posisi ke-8 atau ke-9 klasemen dengan 7 kemenangan, 2 imbang, dan 6 kekalahan per awal Desember 2025. Kontribusi Salah sendiri juga menurun drastis, dengan hanya 5 gol dan 3 assist dari 19 pertandingan hingga 3 Desember 2025.
Kini, nasib sang penyerang Mesir menjadi subjek spekulasi transfer intens. Laporan menyebutkan tawaran sebesar 80 hingga 100 juta euro dari klub-klub Arab Saudi, seperti Al-Hilal dan Al-Ittihad, bisa datang pada jendela transfer Januari. Salah bahkan mengisyaratkan pertandingan kandang berikutnya melawan Brighton bisa menjadi kesempatan baginya untuk "mengucapkan selamat tinggal" kepada para penggemar sebelum bergabung dengan tim nasional Mesir untuk Piala Afrika.
Dilema bagi manajemen Liverpool sangat besar. Menjual salah satu pemain terpenting dan ikon klub, terutama setelah perpanjangan kontrak yang mahal, akan menjadi keputusan yang sulit. Di sisi lain, mempertahankan pemain yang tidak bahagia dan memiliki hubungan buruk dengan pelatih kepala bisa merusak harmoni tim lebih lanjut. Kabarnya, klub sedang mempertimbangkan untuk tidak membawa Salah dalam perjalanan Liga Champions melawan Inter Milan sebagai respons atas pernyataannya. Mereka juga dilaporkan telah mulai mengidentifikasi potensi pengganti, dengan nama Antoine Semenyo dari Bournemouth disebut-sebut.
Dengan bursa transfer Januari di depan mata dan hubungan yang memanas antara Salah dan Slot, Liverpool dihadapkan pada keputusan krusial yang dapat membentuk arah klub untuk sisa musim ini dan seterusnya. Menjaga Salah berarti berisiko mempertahankan masalah internal, namun melepasnya berarti kehilangan salah satu penyerang terbaik mereka di tengah musim yang sudah sulit.