Christopher Rungkat: Pasca-Jawara SEA Games, Kini Siap Hadapi Ujian Piala Davis

Petenis senior Indonesia, Christopher Rungkat, mengalihkan penuh perhatiannya pada persiapan Piala Davis setelah meraih serangkaian hasil cemerlang di SEA Games 2025 Thailand. Keputusan ini menandai pergeseran prioritas yang signifikan bagi atlet berusia 35 tahun tersebut, yang kini akan memimpin tim nasional tenis putra Indonesia dalam babak Play Off Grup Dunia II Piala Davis 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada awal Februari 2026. Indonesia akan menghadapi Togo sebagai tuan rumah, sebuah pertandingan yang menjadi penentu langkah tim Merah Putih menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Rungkat sukses menyumbangkan medali emas di nomor beregu putra pada SEA Games 2025 Thailand, serta dua medali perunggu di nomor ganda putra berpasangan dengan Muhammad Rifqi Fitriadi dan ganda campuran bersama Aldila Sutjiadi. Keberhasilan ini menambah panjang daftar prestasinya di ajang multi-olahraga regional, di mana ia juga tercatat meraih medali emas ganda campuran bersama Aldila Sutjiadi pada SEA Games 2019, 2021, dan 2023. Pada SEA Games 2023 di Kamboja, pasangan Rungkat/Sutjiadi berhasil meraih emas ganda campuran setelah mengalahkan wakil Thailand, Peangtarn Plipuech/Pruchya Isaro, dengan skor 2-6, 6-4, 10-5. Di ajang yang sama, ia juga meraih perak di ganda putra bersama Nathan Anthony Barki.
Fokus Rungkat pada Piala Davis mencerminkan ambisi tim nasional untuk meningkatkan peringkat dan performa di kancah tenis dunia. Tim Davis Indonesia berhasil meraih promosi ke Play Off Piala Davis Grup II 2026 setelah menjadi juara Pool B Piala Davis Grup III Asia/Oseania 2025 di Vietnam pada Juli. Pengalaman panjang Christopher Rungkat di Piala Davis, di mana ia telah mencatatkan rekor menang-kalah 51-19 (per Juli 2025), menjadikannya tumpuan tim. Ia juga sering diandalkan, bahkan dipersiapkan untuk bermain di nomor tunggal maupun ganda, seperti pada babak Play Off Grup Dunia II Piala Davis 2025 melawan Slovenia, yang berlangsung pada Februari 2025.
Selain Piala Davis, Rungkat juga menyoroti persiapan menghadapi Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, pada September mendatang. Ia mengakui perbedaan level kompetisi antara SEA Games dan Asian Games, dengan persaingan yang lebih ketat dari negara-negara Asia yang kuat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pencapaian ranking individu ATP atau WTA bagi para atlet, yang tidak hanya menunjang karier pribadi tetapi juga menentukan seeded tim Indonesia di Asian Games. Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) telah menyiapkan program pemusatan latihan (TC) baik di dalam maupun luar negeri sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026, yang disambut baik oleh Rungkat, meskipun ia menekankan pentingnya penyesuaian jadwal TC dengan agenda turnamen internasional atlet.
Alih fokus Rungkat dari dominasi regional ke tantangan global dan Asia menyoroti evolusi kariernya sebagai atlet profesional sejak 2007. Ia pernah meraih gelar ATP Tour pertamanya di ganda putra pada Februari 2020 di Maharashtra Open, India, setelah 13 tahun berprofesi. Keterlibatannya yang berkelanjutan dalam tim nasional, bahkan di usia 35 tahun, menggarisbawahi perannya sebagai pemimpin dan pilar utama dalam upaya Indonesia meraih prestasi lebih tinggi di dunia tenis. Regenerasi pemain memang menjadi perhatian, namun Pelti mengakui kebutuhan akan sosok berpengalaman seperti Rungkat untuk menjaga atmosfer dan semangat tim. Strategi ini mencerminkan upaya kolektif untuk tidak hanya mengamankan posisi di tingkat regional tetapi juga untuk secara bertahap menembus jajaran kompetisi elite internasional, sebuah indikator ambisi yang lebih besar bagi tenis Indonesia.