Jorge Martin Terdepak dari Impian MotoGP 2025, Tapi Karierku Takkan Redup!

Jorge Martin, pembalap Aprilia Racing, dengan tegas menyatakan bahwa musim MotoGP 2025 yang penuh kesialan tidak akan menentukan arah kariernya. Martinator, yang merupakan juara dunia MotoGP 2024 bersama Prima Pramac Racing, menghadapi musim debut yang sangat menantang dengan Aprilia, yang ditandai oleh serangkaian cedera serius yang menghambatnya untuk bersaing.
Martin mengakhiri musim 2025 di posisi ke-21 dalam klasemen MotoGP dengan hanya mengumpulkan 34 poin. Ia hanya berpartisipasi dalam delapan dari 22 seri yang digelar, dan berhasil menyelesaikan empat balapan Grand Prix saja. Pencapaian terbaiknya adalah finis keempat di Grand Prix Hungaria.
Musim "apes banget" yang dialami Martin dimulai sejak pramusim. Ia menderita dua kecelakaan terpisah yang mengakibatkan cedera serius pada pergelangan tangan kirinya, memaksanya absen dari tiga putaran pembuka di Thailand, Argentina, dan Amerika. Setelah kembali, ia mengalami kecelakaan parah di Grand Prix Qatar pada lap ke-14, menyebabkan patah tulang rusuk dan pneumotoraks. Evaluasi medis lebih lanjut mengungkapkan 11 tulang rusuk patah dan hemopneumotoraks, yang membutuhkan drainase dada dan rawat inap. Kecelakaan lain di awal sprint Grand Prix Jepang juga menyebabkan patah bahu yang rumit, membuatnya absen hingga balapan terakhir di Valencia.
Meskipun demikian, Martin menegaskan bahwa ia justru belajar lebih banyak dari musim yang sulit ini dibandingkan saat ia menjadi juara dunia pada 2024. "Jika ada satu hal yang bisa kupastikan adalah aku akan jadi lebih baik, aku akan bersaing dengan lebih baik, aku akan makan dengan lebih baik, dan aku akan berlatih lebih baik lagi," ungkap pembalap berusia 27 tahun itu. Ia juga menambahkan, "Musim yang sangat buruk ini tidak akan menentukan karierku," menunjukkan semangatnya yang tak tergoyahkan.
Martin bergabung dengan Aprilia Racing untuk musim 2025 dengan kontrak multi-tahun setelah keputusan Ducati untuk mempromosikan Marc Márquez ke tim pabrikan mereka, mengesampingkan Martin. Ia mengambil alih posisi yang ditinggalkan oleh mentornya, Aleix Espargaró, yang mengumumkan pensiun dari balap Grand Prix. Kontrak Martin dengan Aprilia akan berakhir pada akhir MotoGP 2026. Saat ini, Martin memilih untuk fokus pada pemulihan dan pemahaman yang lebih baik terhadap motornya daripada memikirkan kontrak baru.