Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Paradoks Milan: Penakluk Raksasa, Tersandung Lawan Kasta Bawah

Admin 26 Nov 2025

Paradoks Milan: Penakluk Raksasa, Tersandung Lawan Kasta Bawah

Musim 2025/2026 Liga Italia kembali menyoroti pola performa yang seringkali membingungkan dari AC Milan. Klub raksasa Merah Hitam ini menunjukkan taringnya saat berhadapan dengan tim-tim papan atas, namun kerap tersandung saat bertemu lawan yang secara kualitas berada di bawah mereka. Tren ini menjadi perhatian utama di tengah upaya Milan untuk kembali bersaing memperebutkan Scudetto.

Hingga November 2025, AC Milan menduduki posisi kedua di klasemen sementara Serie A dengan 25 poin dari 12 pertandingan. Mereka hanya terpaut dua poin dari AS Roma yang memimpin puncak klasemen. Posisi ini diraih berkat beberapa hasil positif yang mengejutkan, terutama saat berhadapan dengan rival-rival tradisional. Salah satu bukti terbaru adalah kemenangan tipis 1-0 atas Inter dalam Derby della Madonnina pada 23 November 2025. Kemenangan ini menegaskan kemampuan Milan untuk tampil prima di laga-laga besar. Selain itu, mereka juga berhasil menahan imbang Atalanta dengan skor 1-1 pada 28 Oktober 2025, menunjukkan ketahanan mereka melawan tim kuat lain di liga. Analisis awal musim 2025/2026 bahkan menyebut Milan sebagai salah satu tim paling seimbang di Serie A, dengan pertahanan yang solid dan rasio expected goals conceded (xGC) terendah.

Namun, di balik kegarangan tersebut, Milan masih menunjukkan titik lemah saat menghadapi tim-tim yang secara peringkat lebih rendah. Beberapa hasil imbang yang seharusnya bisa diubah menjadi kemenangan telah mengganjal langkah mereka. Sebagai contoh, pada 8 November 2025, Milan hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Parma. Beberapa waktu sebelumnya, pada 24 Oktober 2025, mereka juga ditahan imbang 2-2 oleh Pisa. Parma dan Pisa merupakan tim yang, berdasarkan performa musim sebelumnya (2024/2025), bukan termasuk tim papan atas Serie A.

Inkonsistensi ini bukan hal baru bagi Milan. Musim 2024/2025 menjadi contoh nyata betapa sulitnya mereka mempertahankan performa. Milan menutup musim tersebut di peringkat ke-8 Serie A dengan 63 poin. Musim itu dianggap "gagal" dan klub bahkan tidak mendapatkan tiket ke kompetisi Eropa. Turbulensi ini juga menyebabkan pergantian pelatih, di mana Massimiliano Allegri kembali menukangi tim per 30 Mei 2025, setelah Paulo Fonseca dan Sergio Conceicao sempat mengisi kursi pelatih. Allegri, yang dikenal dengan disiplin taktiknya, diharapkan bisa membawa stabilitas dan mengembalikan Milan ke jalur kemenangan secara konsisten.

Meskipun di bawah arahan Allegri Milan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik di awal musim 2025/2026, tantangan terbesar tetaplah mengatasi kelemahan mental atau taktis saat menghadapi tim yang bermain lebih defensif atau di atas kertas dianggap lebih lemah. Untuk bisa benar-benar bersaing memperebutkan gelar juara, AC Milan harus mampu mengamankan poin penuh dari setiap pertandingan, tanpa pandang bulu siapa pun lawannya.