Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Tak Kenal Lelah, Jake Paul Kantongi Nama Calon Lawan Selanjutnya

Admin 26 Dec 2025

Tak Kenal Lelah, Jake Paul Kantongi Nama Calon Lawan Selanjutnya

Bintang media sosial yang beralih profesi menjadi petinju, Jake Paul, telah menyatakan niatnya untuk kembali berkompetisi di kelas penjelajah dan mengincar gelar juara dunia, menyusul kekalahan knockout brutal dari juara dunia dua kali Anthony Joshua pada 19 Desember 2025 di Miami. Deklarasi ini muncul hanya sehari setelah Paul menderita patah rahang ganda yang memerlukan operasi, menandai pukulan signifikan dalam ambisinya di dunia tinju.

Karier tinju profesional Paul, yang dimulai pada Januari 2020, dibangun di atas serangkaian pertarungan melawan tokoh-tokoh dari dunia YouTube, bola basket, dan seni bela diri campuran (MMA) yang sudah pensiun, seperti AnEsonGib, Nate Robinson, Ben Askren, Tyron Woodley (dua kali), dan Anderson Silva. Meskipun sering dikritik oleh puritan tinju karena pemilihan lawannya, Paul berhasil menarik perhatian global dan menghasilkan pendapatan yang masif. Puncaknya adalah kemenangan keputusan mutlak atas Mike Tyson pada November 2024, sebuah pertarungan yang mencatat pendapatan gerbang tinju terbesar dalam sejarah Amerika Serikat di luar Las Vegas dan menarik 108 juta penonton langsung secara global di Netflix. Paul dilaporkan meraup 40 juta dolar AS dari pertarungan tersebut. Ia juga mengalahkan mantan juara dunia Julio César Chávez Jr. melalui keputusan mutlak pada Juni 2025.

Namun, jalurnya menghadapi tantangan serius saat ia bertemu petinju profesional aktif. Kekalahan pertamanya terjadi pada Februari 2023 melawan Tommy Fury melalui keputusan terpisah. Pertarungan melawan Anthony Joshua, seorang petinju kelas berat elit, menjadi realitas yang jauh lebih keras. Joshua menghentikan Paul pada ronde keenam dari delapan ronde yang dijadwalkan, menyebabkan Paul mengalami cedera serius. Komentator UFC Joe Rogan memperingatkan Paul tentang risiko trauma otak jangka panjang dan pentingnya kebugaran kardio yang lebih baik untuk bersaing di level tertinggi. Paul telah menerima skorsing wajib 60 hari dari Komisi Atletik Florida akibat kekalahan knockout tersebut.

Meskipun baru saja mengalami kekalahan telak dan cedera serius, Paul, yang memiliki rekor profesional 12 kemenangan dan 2 kekalahan dengan 7 KO, menyatakan dari ranjang rumah sakit pada 20 Desember 2025 bahwa ia "belum kapok" dan akan kembali ke kelas penjelajah dengan target gelar juara dunia. Niat ini bukan tanpa dasar, karena setelah mengalahkan Chávez Jr., Paul menduduki peringkat ke-14 oleh WBA, dan Presiden WBC Mauricio Sulaiman menyatakan Paul juga akan menerima peringkat dari organisasi mereka, yang membuatnya memenuhi syarat untuk menantang gelar.

Potensi lawan di kelas penjelajah mencakup juara dunia penuh WBA saat ini, Gilberto "Zurdo" Ramirez, atau juara penuh WBC Noel Mikaelian, serta pemegang gelar interim seperti Michał Cieslak atau Yamil Peralta yang merupakan juara perak WBC. Kembali ke divisi yang lebih alami baginya dapat mengurangi perbedaan ukuran dan kekuatan yang signifikan yang ia hadapi saat naik ke kelas berat melawan Joshua. Namun, menghadapi juara aktif di kelas penjelajah akan menjadi ujian berat atas kemajuan teknis Paul.

Karier Paul telah secara fundamental mengubah lanskap tinju, memperkenalkan model bisnis baru yang sangat bergantung pada kekuatan streaming dan media sosial. Pertarungan Paul melawan Tyson, yang disiarkan di Netflix, menarik 65 juta penonton secara bersamaan di seluruh dunia dan menghasilkan gerbang sebesar 18.117.072 dolar AS, menggandakan rekor sebelumnya. Paul dan perusahaan promosinya, Most Valuable Promotions (MVP), telah menjadi kekuatan pendorong dalam tinju, termasuk dalam mempromosikan tinju wanita dan memperjuangkan pembayaran yang setara bagi petinju seperti Amanda Serrano. Kekalahan dari Joshua menunjukkan bahwa meskipun Paul adalah seorang pemasar dan penghibur yang ulung, transisinya ke petinju elit menghadapi batasan fisik dan teknis yang jelas. Ambisinya untuk meraih gelar dunia di kelas penjelajah akan menguji lebih jauh apakah daya tarik komersialnya dapat diterjemahkan menjadi legitimasi olahraga di tingkat tertinggi. Pertanyaan besar yang tersisa adalah apakah Paul dapat pulih sepenuhnya dari cedera rahangnya dan bagaimana ia akan menyusun jalannya untuk bersaing memperebutkan gelar tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjangnya.