FIBA 3x3 Jakarta 2025: Modal Berharga Pebasket RI Menuju Prestasi

Tuan rumah Indonesia memetik pelajaran berharga di ajang FIBA 3x3 Challenger Jakarta 2025, yang berlangsung pada 26-27 Juli 2025 di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK). Tiga tim putra kebanggaan tanah air, yakni Batavia Mandiri, Jakarta Mandiri, dan South Jakarta Inaspro, harus mengakui keunggulan tim-tim kelas dunia dan gagal melaju ke babak perempat final.
Batavia Mandiri, yang diperkuat oleh Daffa Dhoifullah, Justin Jaya Wiyanto, Serigne Modou Kane, dan Deante Barnes, mengawali langkah di Qualifying Draw A. Tim ini berhasil meraih satu kemenangan telak 21-11 atas Siliguri IB3L. Namun, langkah mereka terhenti setelah kalah tipis 14-17 dari Taipei WanBao, membuat mereka tidak dapat menembus babak utama.
Sementara itu, Jakarta Mandiri dan South Jakarta Inaspro langsung tampil di babak utama. Jakarta Mandiri, dengan skuad Aymane Garudi Arip, Halmaheranno A.Lolaru Hady, Jonathan Patrick Alex, dan Yogi Saputra Chan, tergabung di Pool A bersama tim-tim kuat seperti unggulan pertama Miami dari Amerika Serikat dan Lugano dari Swiss. Tim ini menelan dua kekalahan, masing-masing 14-21 dari Miami dan 7-21 dari Lugano.
Nasib serupa dialami South Jakarta Inaspro yang diperkuat oleh Jarron Crump, Dame Diagne, Reggie Mononimbar, dan Ebrahim Enguio Lopez. Mereka berada di Pool B dan harus puas menjadi juru kunci setelah kalah 14-21 dari Riffa dan 9-22 dari Barcelona, tim yang diperkuat oleh MVP FIBA 3x3 World Cup, Guim Exposito.
Meskipun hasil yang diraih belum memuaskan, para pebasket Indonesia mengaku sangat senang dan menjadikan kesempatan emas ini sebagai pengalaman berharga. Bermain melawan pemain 3x3 kelas dunia memberikan kurva pembelajaran yang penting dan fundamental untuk perkembangan mereka di masa depan. Kompetisi ini menjadi barometer nyata bagi pebasket Indonesia untuk memahami standar dan intensitas permainan 3x3 di level internasional.
FIBA 3x3 Challenger Jakarta 2025 sendiri akhirnya dimenangkan oleh tim Lugano dari Swiss, yang berhasil mengalahkan Hangzhou dari China dengan skor 21-14 di pertandingan final. Pemain Lugano, Michael James Efevberha, dinobatkan sebagai MVP turnamen. Pengalaman bertanding melawan tim-tim seperti Lugano dan Barcelona diharapkan dapat memotivasi pebasket Indonesia untuk meningkatkan kemampuan teknis, fisik, dan strategi guna menghadapi tantangan yang lebih besar di turnamen-turnamen mendatang.