Laporta Deklarasikan: Barca Tak Butuh Galactico, Real Madrid Tersentil

Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, kembali menegaskan filosofi transfer klubnya yang mengedepankan kolektivitas tim daripada merekrut pemain bintang dengan harga fantastis. Pernyataan ini secara tersirat merupakan sindiran terhadap rival abadi mereka, Real Madrid, yang baru-baru ini merekrut sejumlah nama besar.
Berbicara dalam sebuah forum yang diselenggarakan oleh La Vanguardia pada awal Desember 2025, Laporta menyatakan bahwa Barcelona "tidak perlu meruntuhkan rumah untuk mendatangkan seorang superstar" dan bahwa "kekuatan kami terletak pada kolektivitas tim". Dia menekankan bahwa kebijakan transfer Barcelona akan dipandu oleh fleksibilitas, bukan pemborosan. Laporta juga mengungkapkan bahwa direktur olahraga Deco secara "cermat memantau pasar" dan setiap potensi penandatanganan akan dievaluasi dengan hati-hati untuk memastikan kesesuaian dengan kerangka keuangan klub dan visi olahraga jangka panjang. Klub tidak mengesampingkan untuk memperkuat skuad jika ada "kesempatan yang tepat" selama jendela transfer musim dingin. Selain itu, Laporta mengkonfirmasi pembaharuan kontrak Eric Garcia dan menyampaikan dukungan untuk Ronald Araújo.
Komentar ini muncul setelah Real Madrid secara resmi mendatangkan Kylian Mbappé dengan status bebas transfer dan talenta muda Brasil, Endrick, yang bergabung pada Juli 2024 setelah berusia 18 tahun, menjelang musim 2024/2025. Lebih lanjut, untuk musim 2025/2026, Real Madrid juga telah merekrut nama-nama seperti Trent Alexander-Arnold, Dean Huijsen, Álvaro Carreras, dan Mastantuono.
Ini bukan pertama kalinya Laporta menyuarakan perbedaan filosofi transfer antara kedua klub raksasa Spanyol tersebut. Pada Juni 2024, Laporta mengakui bahwa kepindahan Mbappé ke Real Madrid "bukanlah berita baik" bagi Barcelona, namun ia menegaskan kembali preferensinya terhadap filosofi Barcelona dalam "membentuk tim dengan pemain-pemain lokal". Bahkan, pada Maret 2024, ia dilaporkan mengatakan tidak "iri dengan Real Madrid yang mengontrak Mbappé" karena hal itu akan "mengganggu ruang ganti dan mereka harus menjual seorang pemain". Pada Juni 2025, Laporta juga secara terbuka mengkontraskan model Barcelona yang berlandaskan pengembangan pemain muda melalui La Masia dengan model Real Madrid yang lebih condong pada pembelian pemain, mengklaim bahwa Barcelona memiliki "rasa kebebasan" sementara Madrid memiliki "rasa kekuasaan".
Dalam pernyataannya baru-baru ini, Laporta juga sedikit "menyindir" Real Madrid terkait proyek Liga Super Eropa, menyiratkan bahwa beberapa institusi tampak bersemangat untuk tetap berkonflik, sementara Barcelona memprioritaskan "perdamaian" dengan UEFA. Sebelumnya, Laporta juga pernah menuduh Real Madrid mendapat keuntungan dari keputusan wasit yang menguntungkan.
Dengan jendela transfer musim dingin yang semakin dekat, Barcelona, di bawah arahan pelatih Hansi Flick dan direktur olahraga Deco, akan berupaya memperkuat tim dengan pendekatan yang terukur. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga kestabilan skuad, seperti yang terlihat pada Juli 2025 ketika Laporta mengindikasikan tidak akan ada lagi rekrutan setelah kedatangan Marcus Rashford dan Joan Garcia, dengan fokus mempertahankan tim yang ada. Filosofi ini tampaknya akan terus menjadi ciri khas strategi transfer Barcelona di tengah persaingan ketat dengan rival abadi mereka.