Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Indonesia Jadi Sorotan Dunia: Gelar Piala Dunia Basket Putri U-17 & U-19

Admin 27 Dec 2025

Indonesia Jadi Sorotan Dunia: Gelar Piala Dunia Basket Putri U-17 & U-19

Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Bola Basket Putri U-17 FIBA 2028 dan Piala Dunia Bola Basket U-19 FIBA 2029, sebuah tonggak sejarah yang menandai pertama kalinya turnamen bergengsi kategori usia ini diselenggarakan di Asia. Pengumuman ini disampaikan setelah kunjungan delegasi FIBA ke Jakarta pada awal Mei 2025, menyusul kesuksesan Indonesia sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023.

Keputusan FIBA untuk menyerahkan hak tuan rumah kepada Indonesia untuk dua ajang bergengsi tersebut merupakan pengakuan atas kapasitas penyelenggaraan acara olahraga internasional yang semakin matang serta semangat bola basket yang tumbuh pesat di negara ini. Ingo Weiss, Bendahara FIBA, dan Patrick Mariller, COO FIBA, secara resmi mengumumkan keputusan tersebut dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi Indonesia, termasuk Presiden Federasi Bola Basket Indonesia (PERBASI) Budi Djiwandono, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, dan Anggota Dewan Pusat FIBA sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir. Kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023 di Jakarta secara luas dipuji sebagai faktor signifikan dalam keputusan ini, menunjukkan selera dan gairah besar masyarakat Indonesia terhadap olahraga bola basket.

Penunjukan ini sejalan dengan strategi jangka panjang FIBA untuk 'Mengembangkan Bola Basket Remaja', yang bertujuan untuk meningkatkan kesempatan pengembangan bagi para pemain muda, pelatih, dan Federasi Nasional. Model multi-tahun ini, yang diperkenalkan FIBA pada 2019, memungkinkan Federasi Nasional untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Remaja berturut-turut, memaksimalkan sinergi dan mengelola acara dengan lebih baik sambil menampilkan kemampuan penyelenggaraan acara mereka di panggung dunia. Pembukaan kantor FIBA di Indonesia tahun sebelumnya juga merupakan langkah krusial dalam mendukung pengembangan bola basket di semua tingkatan, dengan fokus pada program-program akar rumput dan pemberdayaan komunitas bola basket lokal.

Bagi Indonesia, menjadi tuan rumah dua kejuaraan dunia kelompok umur ini memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan terhadap pengembangan bola basket putri. Secara historis, Indonesia telah menunjukkan komitmen yang meningkat terhadap olahraga ini, dengan tim putri U-16 Indonesia baru-baru ini berhasil melaju ke Piala Asia Putri U-16 FIBA pada September 2025 setelah menyapu bersih babak kualifikasi di Vietnam. Pencapaian ini, yang melibatkan kemenangan dominan atas Vietnam (91-38), Thailand (65-38), Malaysia (58-50), dan Singapura (81-51), mengindikasikan adanya bakat yang berkembang dan potensi yang belum tergali dalam bola basket putri Indonesia.

PERBASI dan pemerintah Indonesia kini dihadapkan pada tugas untuk memastikan persiapan yang matang, tidak hanya dalam hal infrastruktur dan logistik, tetapi juga dalam mempersiapkan tim nasional putri muda yang kompetitif. Kehadiran turnamen ini diharapkan dapat menjadi katalisator untuk program pembinaan usia dini yang lebih intensif, peningkatan kualitas pelatih, dan penarikan lebih banyak partisipasi atlet perempuan ke dalam olahraga bola basket. Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, sebelumnya menekankan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan olahraga di Indonesia.

Di luar aspek olahraga, penyelenggaraan acara-acara internasional berskala besar ini juga menawarkan manfaat ekonomi dan diplomatik. Turnamen ini akan menarik ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan penggemar dari seluruh dunia, meningkatkan pariwisata olahraga dan memberikan dorongan bagi perekonomian lokal. Selain itu, ini akan memperkuat citra Indonesia di mata dunia sebagai negara yang mampu menjadi tuan rumah acara olahraga global yang sukses, memperkuat posisi diplomatik dan soft power Indonesia di kancah internasional.

Namun, tantangan akan tetap ada. Memastikan infrastruktur yang memadai, manajemen logistik yang mulus, dan keamanan yang terjamin untuk dua turnamen besar dalam kurun waktu dua tahun akan membutuhkan koordinasi yang cermat antara PERBASI, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Lebih jauh, keberlanjutan pengembangan bola basket putri pasca-turnamen menjadi krusial untuk memastikan bahwa warisan dari acara-acara ini tidak hanya berupa gedung-gedung baru, melainkan juga ekosistem bola basket putri yang lebih kuat dan berdaya saing di Indonesia.