Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Alonso Ungkap Simpati untuk Araujo yang Terkuras Mental: Pengingat Batas Manusiawi Sang Bintang

Admin 02 Dec 2025

Alonso Ungkap Simpati untuk Araujo yang Terkuras Mental: Pengingat Batas Manusiawi Sang Bintang

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, baru-baru ini menyuarakan simpatinya terhadap bek Barcelona, Ronald Araujo, yang mengambil cuti untuk fokus pada kesehatan mentalnya. Alonso menekankan bahwa para pemain sepak bola bukanlah mesin dan kebutuhan mereka harus dihormati. Ia menyatakan bahwa jika keputusan untuk kesejahteraan Araujo telah dibuat, maka itu adalah keputusan yang tepat.

Ronald Araujo, bek tengah berusia 26 tahun dari Uruguay, telah meminta cuti tanpa batas waktu dari Barcelona untuk memulihkan diri secara mental dan psikologis setelah menghadapi tekanan intens selama beberapa minggu terakhir. Keputusan ini diambil setelah serangkaian penampilan sulit, yang mencapai puncaknya dengan kartu merah dalam kekalahan 3-0 Barcelona di Liga Champions melawan Chelsea, sebuah insiden yang disebut-sebut sebagai titik balik dalam perjuangan mentalnya. Meskipun secara fisik dalam kondisi baik, Araujo telah merasakan ketidakstabilan mental selama beberapa minggu.

Barcelona telah menyetujui permintaan Araujo tanpa menetapkan tanggal kembali, menegaskan bahwa kasus kesehatan mental tidak dapat diikat dengan jadwal waktu tertentu dan prioritas utama adalah memastikan pemain mendapatkan kembali kejernihan dan stabilitas sebelum kembali bergabung dengan skuad. Pelatih kepala Hansi Flick dan Presiden klub Joan Laporta secara terbuka telah menyatakan dukungan penuh mereka kepada Araujo, menekankan bahwa kesehatan jangka panjang sang pemain lebih penting daripada kekhawatiran olahraga sesaat. Klub juga telah mengerahkan semua sumber daya internal yang tersedia untuk mendukung Araujo selama masa istirahatnya, termasuk dukungan psikologis profesional jika ia memilih untuk menggunakannya.

Pernyataan Xabi Alonso ini menyoroti isu kelelahan pemain yang semakin sering menjadi perhatian di dunia sepak bola modern. Jadwal pertandingan yang padat di La Liga dan kompetisi Eropa telah lama menjadi keluhan di kalangan klub dan pemain. Real Madrid, misalnya, pernah mengeluhkan jadwal padat yang tidak adil, yang memaksa mereka memainkan dua pertandingan penting dengan jeda kurang dari 70 jam, lebih singkat dari rekomendasi minimum FIFA yaitu 72 jam untuk pemulihan pemain. Bek Barcelona, Jules Kounde, juga meluapkan kemarahannya terhadap jadwal pertandingan La Liga yang padat dan dinilai tidak manusiawi.

Peningkatan jumlah turnamen, seperti Piala Dunia Antarklub yang akan diselenggarakan pada Juni dan Juli 2025 di Amerika Serikat, semakin menambah beban kerja para pemain. Gelandang Manchester City, Rodri, juga pernah mengeluhkan jadwal pertandingan yang sesak kepada FIFA. Pelatih seperti Mikel Arteta dari Arsenal juga telah menyoroti kelelahan para pemainnya akibat seringnya pertandingan. Situasi yang dialami Araujo ini memperkuat seruan bagi otoritas sepak bola untuk lebih memperhatikan kesejahteraan mental dan fisik para pemain, mengingat tuntutan yang sangat besar dan tanggung jawab yang mereka emban di lapangan.