Lima Bintang Manchester City dengan Kontrak Paling Menggiurkan

Manchester City, salah satu klub sepak bola paling dominan di Eropa, terus mempertahankan posisinya sebagai pembayar gaji tertinggi di Premier League. Dengan total tagihan gaji tahunan diperkirakan mencapai £229,8 juta pada musim 2025/2026, yang merupakan yang tertinggi di liga, klub ini menginvestasikan jumlah substansial pada talenta kelas dunia untuk mempertahankan dominasi mereka. Struktur gaji yang mewah ini mencerminkan ambisi klub dan persaingan ketat di puncak sepak bola modern, menempatkan beberapa bintangnya di antara pemain dengan bayaran tertinggi di dunia.
Berikut adalah lima pemain Manchester City dengan gaji tertinggi, berdasarkan data terbaru untuk musim 2025/2026:
1. Erling Haaland - Penyerang asal Norwegia ini memimpin daftar dengan gaji tahunan yang mengejutkan, sekitar £27,3 juta, atau £525.000 per minggu. Haaland menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi 10 tahun pada Januari 2025, yang menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi di Premier League hingga 2034. Gajinya mencerminkan dampak luar biasa sejak kedatangannya pada tahun 2022, memecahkan berbagai rekor gol dan menjadi kekuatan pendorong di lini serang City.
2. Kevin De Bruyne - Gelandang serang Belgia ini berada di posisi kedua, menerima gaji tahunan sekitar £20,8 juta, setara dengan £400.000 per minggu. De Bruyne telah menjadi figur sentral dalam kesuksesan City selama bertahun-tahun, dengan kontraknya yang saat ini berakhir pada tahun 2026. Meskipun ada spekulasi mengenai masa depannya, termasuk minat dari Liga Pro Saudi, statusnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia memastikan gajinya tetap di antara yang tertinggi.
3. Bernardo Silva - Gelandang Portugal ini memiliki gaji tahunan £15,6 juta, atau £300.000 per minggu. Silva, yang kontraknya diperpanjang pada 2019 dan akan berakhir pada 2026, tetap menjadi komponen kunci dalam strategi taktis Pep Guardiola. Konsistensi dan fleksibilitasnya di lini tengah terus dihargai dengan salah satu paket gaji teratas di klub.
4. Jack Grealish - Pemain sayap Inggris ini juga menerima £15,6 juta per tahun, atau £300.000 per minggu, menjadikannya sejajar dengan Bernardo Silva. Sejak kepindahannya yang memecahkan rekor pada tahun 2021, Grealish telah menjadi bagian integral dari skuad City yang meraih kesuksesan domestik dan Eropa. Meskipun ada periode adaptasi, kontribusinya di lapangan telah mengamankan tempatnya di antara para pemain dengan gaji elit klub.
5. Omar Marmoush - Penyerang Mesir, yang baru bergabung pada Januari, melengkapi daftar lima besar dengan gaji tahunan sekitar £15,3 juta, atau £295.000 per minggu. Kedatangan Marmoush menyoroti strategi City dalam memperkuat lini serang dengan talenta yang dihargai tinggi, menunjukkan kepercayaan klub pada potensinya untuk menjadi pelengkap yang sempurna bagi Haaland.
Di luar lima besar, pemain seperti Rodri, pemenang Ballon d'Or 2024, dilaporkan memiliki gaji mingguan £220.000, dengan potensi peningkatan menjadi £300.000 per minggu melalui perpanjangan kontrak yang diusulkan. Bek seperti Rúben Dias dan John Stones juga mendapatkan gaji yang signifikan, dengan Dias menerima £250.000 per minggu untuk musim 2025/2026 dan Stones juga dengan £250.000 per minggu. Phil Foden, lulusan akademi City, diperkirakan menghasilkan £225.000 per minggu, menandakan investasi klub pada bakat homegrown.
Peningkatan upah pemain Premier League secara umum telah melonjak 2.811% sejak tahun 1992, jauh melampaui inflasi umum sebesar 109% dalam periode yang sama. Fenomena ini, yang sebagian besar didorong oleh pendapatan hak siar yang terus meningkat, telah menciptakan dinamika di mana klub-klub elite seperti Manchester City harus terus menginvestasikan jumlah besar untuk mempertahankan daya saing. Total tagihan gaji Premier League secara kolektif melampaui £3 miliar untuk pertama kalinya pada musim 2018-2019, dan terus meningkat.
Namun, lonjakan gaji ini tidak tanpa implikasi. Perdebatan seputar keberlanjutan finansial tetap menjadi perhatian, terutama dengan adanya 115 dakwaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Manchester City karena dugaan pelanggaran aturan keuangan Premier League. Sidang yang telah lama ditunggu-tunggu dapat dimulai dalam waktu dekat, dan jika terbukti bersalah, City menghadapi kemungkinan pengurangan poin atau bahkan degradasi. Selain itu, perubahan kebijakan anggaran pemerintah Inggris yang akan berlaku mulai April 2027, yang akan memperlakukan pembayaran hak citra sebagai pendapatan dan mengenakan pajak lebih tinggi, dapat menyebabkan tagihan gaji yang lebih besar lagi bagi klub Premier League. Hal ini memaksa klub untuk meninjau kembali struktur kontrak mereka dan berpotensi menanggung beban pajak yang lebih tinggi untuk pemain.
Penting untuk dicatat bahwa meskipun gaji tinggi menarik talenta terbaik dan berkontribusi pada kesuksesan di lapangan, seperti empat gelar liga berturut-turut City dari 2020/2021 hingga 2023/2024, uang saja tidak menjamin trofi. Musim 2024/2025 menyaksikan City kehilangan gelar Premier League dari Liverpool dan tersingkir dari Liga Champions, meskipun memiliki tagihan gaji tertinggi. Hal ini menyoroti kompleksitas manajemen klub di era sepak bola modern, di mana keseimbangan antara investasi finansial dan kinerja strategis sangat krusial.