Ambisi Emas Gregoria Mariska di SEA Games 2025 Terganjal Apa?

Pebulutangkis tunggal putri andalan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, membawa ambisi besar untuk meraih medali emas pada gelaran SEA Games 2025 yang akan berlangsung di Thailand mulai 9 hingga 20 Desember 2025. Keikutsertaan Gregoria, yang akrab disapa Jorji, merupakan bagian dari perubahan strategi PBSI untuk memenuhi target dua medali emas di ajang multievent tersebut.
Awalnya, PBSI berencana mengirim skuad muda, namun melihat komposisi tim dari negara pesaing seperti Thailand dan Malaysia yang menurunkan kekuatan penuh, Gregoria pun dipanggil untuk memperkuat tim. Ia menyatakan kesiapannya, menyebut SEA Games sebagai pertandingan multievent yang seru dan ingin mewakili Indonesia. Gregoria dijadwalkan turun di nomor beregu maupun perorangan.
Ambisinya ini sangat berarti bagi bulutangkis Indonesia, khususnya di sektor tunggal putri. Jika berhasil meraih emas, Gregoria akan mengukir sejarah sebagai tunggal putri Indonesia pertama yang menjadi juara SEA Games dalam 12 tahun terakhir, setelah Belaetrix Manuputty melakukannya pada tahun 2013 di Myanmar. Dukungan terhadap target ini juga datang dari Wakil Menpora RI, Taufik Hidayat, yang menilai target dua emas untuk bulutangkis realistis. Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa penambahan nama Gregoria dan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis dan strategis demi komposisi terbaik tim.
Namun, jalan Gregoria menuju emas tidaklah mudah. Meskipun memiliki catatan impresif, termasuk medali perunggu di Olimpiade Paris 2024, ia harus menghadapi tantangan berat. Gregoria sendiri menekankan pentingnya untuk fokus "satu per satu" dan memantau kondisi fisiknya, menunjukkan pendekatan hati-hati di tengah tekanan untuk meraih target tertinggi.
Tantangan utama datang dari tuan rumah Thailand, yang akan menurunkan kekuatan penuh. Salah satu rival terberat Gregoria adalah pemain senior dan ratu bulutangkis Thailand, Ratchanok Intanon. Intanon, yang pernah meraih medali perak di SEA Games 2009 dan perunggu pada 2011 di nomor tunggal putri, serta menjadi bagian dari tim putri Thailand yang meraih emas, memutuskan untuk "turun gunung" dan akan tampil penuh di nomor beregu dan individu SEA Games kali ini. Kehadiran Intanon tentu menambah daftar panjang lawan tangguh yang harus ditaklukkan Gregoria untuk mewujudkan impian medali emasnya.