Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Ancaman Newcastle bagi MU: Mengapa Peluang Menang Setan Merah Hanya 39%?

Admin 26 Dec 2025

Ancaman Newcastle bagi MU: Mengapa Peluang Menang Setan Merah Hanya 39%?

Pertandingan Boxing Day Liga Primer Inggris yang mempertemukan Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford pada Sabtu, 27 Desember 2025, menempatkan tuan rumah dalam posisi yang tidak menguntungkan dengan probabilitas kemenangan hanya 39%. Prediksi ini mencerminkan realitas performa inkonsisten Setan Merah, khususnya di kandang, ditambah badai cedera yang melanda skuad asuhan Ruben Amorim.

Manchester United memasuki laga krusial ini dengan catatan yang mengkhawatirkan. Mereka saat ini menempati peringkat ketujuh klasemen Liga Primer dengan 26 poin, hanya unggul tiga poin dari Newcastle yang berada di posisi ke-11. Kekalahan 1-2 dari Aston Villa pekan lalu semakin memperburuk moral tim. Lebih lanjut, Old Trafford, yang dulunya merupakan benteng tak tertembus, kini telah rapuh, dengan United hanya mengumpulkan 14 poin dari laga kandang dan gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan liga terakhir di markas sendiri.

Absennya sejumlah pilar utama menjadi faktor signifikan di balik rendahnya peluang kemenangan Manchester United. Kapten Bruno Fernandes dipastikan menepi karena cedera hamstring yang didapatnya saat melawan Aston Villa, diperkirakan absen sekitar satu bulan. Pelatih Ruben Amorim mengakui sulitnya menggantikan peran sentral Fernandes, yang terbukti krusial bagi kreativitas tim dengan 51 peluang yang diciptakannya musim ini dan tujuh assist. Statistik menunjukkan, tanpa Fernandes sebagai starter sejak musim 2022-2023, Manchester United gagal memenangi tujuh pertandingan Liga Primer (enam kekalahan dan satu hasil imbang), hanya mencetak empat gol. Selain Fernandes, Kobbie Mainoo (cedera betis), Harry Maguire (cedera paha), dan Matthijs de Ligt (cedera punggung bawah) juga harus absen. Bryan Mbeumo, Amad Diallo, dan Noussair Mazraoui tidak tersedia karena membela negara mereka di Piala Afrika. Kendati Casemiro kembali dari skorsing untuk memperkuat lini tengah, daftar absen yang panjang ini memaksa Amorim untuk melakukan penyesuaian besar dalam susunan pemain.

Di sisi lain, Newcastle United, meskipun juga menghadapi masalah cedera di lini pertahanan dengan absennya Sven Botman, Kieran Trippier, Emil Krafth, dan Dan Burn, memiliki rekor head-to-head yang superior dalam beberapa pertemuan terakhir. The Magpies telah memenangi lima dari enam laga terakhir mereka melawan Manchester United di semua kompetisi, termasuk kemenangan 2-0 di Old Trafford tahun lalu dan kemenangan kandang 4-1 pada April 2025. Newcastle juga meraih empat kemenangan dari lima duel terakhir di Liga Primer melawan Setan Merah. Manajer Newcastle, Eddie Howe, menyadari tantangan di Old Trafford, menyatakan bahwa timnya mengharapkan "Manchester United yang sedikit berbeda" namun menekankan pentingnya menikmati atmosfer pertandingan besar ini.

Historisitas Boxing Day seringkali menjadi faktor penentu. Manchester United memegang rekor kemenangan Boxing Day terbanyak di Liga Primer dengan 22 kemenangan, sementara Newcastle justru menjadi tim dengan kekalahan terbanyak (16). United juga memenangi tiga pertandingan Boxing Day terakhir mereka melawan Newcastle. Namun, rekor impresif Newcastle baru-baru ini diyakini mengikis keunggulan historis tersebut, sekaligus menyoroti penurunan dominasi United di pertandingan-pertandingan penting.

Meskipun Newcastle sendiri memiliki rekor tandang yang buruk musim ini, hanya meraih satu kemenangan dari delapan laga tandang di Liga Primer hingga November 2025, dominasi mereka atas Manchester United dalam setahun terakhir memberikan konteks terhadap prediksi peluang menang Setan Merah yang merosot. Absensi pemain kunci Manchester United, terutama di lini tengah dan pertahanan, telah secara signifikan memengaruhi keseimbangan tim dan kemampuan mereka untuk mengontrol tempo pertandingan serta menciptakan peluang. Dengan kondisi ini, Manchester United tidak hanya berjuang untuk meraih tiga poin, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan diri di tengah musim yang penuh tantangan. Pertandingan ini bukan hanya duel merebut posisi di klasemen, melainkan juga pertarungan narasi tentang arah masa depan kedua klub.