Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Sterling Abaikan Pinangan Raksasa Bayern

Admin 23 Dec 2025

Sterling Abaikan Pinangan Raksasa Bayern

Raheem Sterling, penyerang sayap Inggris yang kini bermain untuk Chelsea, menolak pendekatan dari raksasa Bundesliga Bayern Munich pada bursa transfer musim panas baru-baru ini. Keputusan Sterling, dilaporkan terjadi pada akhir Agustus 2025, menggarisbawahi prioritas pribadi dan potensi perubahan strategi transfer Bayern di tengah upaya mereka memperkuat lini serang.

Bayern Munich, di bawah pelatih kepala Vincent Kompany, mantan rekan setim Sterling di Manchester City, melakukan upaya terakhir untuk merekrut pemain berusia 30 tahun itu melalui kesepakatan pinjaman. Namun, Sterling menolak tawaran tersebut, terutama karena alasan keluarga. Sumber-sumber yang dekat dengan sang pemain mengindikasikan bahwa ia enggan memindahkan keluarganya ke Jerman atau jauh dari London, tempat pasangan dan anak-anaknya telah mapan. Kekhawatiran mengenai jaminan waktu bermain yang terbatas selama sembilan bulan di Jerman juga turut memengaruhi keputusannya.

Penolakan ini datang pada saat Sterling menghadapi ketidakpastian karier di Chelsea. Sejak musim panas 2024, ia tidak menjadi bagian dari rencana manajer baru Chelsea, Enzo Maresca, dan dilaporkan berlatih terpisah dari skuad utama. Musim lalu, Sterling sempat dipinjamkan ke Arsenal, namun hanya mendapatkan waktu bermain yang terbatas. Kontraknya dengan Chelsea, yang berlaku hingga 2027, memberinya gaji sekitar 30 juta pound sterling (sekitar 40 juta dolar AS), sebuah angka yang mempersulit setiap potensi transfer karena tidak ada klub yang bersedia membayar jumlah sebesar itu hanya untuk membiarkannya pergi. Chelsea sendiri dilaporkan sangat ingin melepas Sterling untuk mengurangi beban gaji dan merombak skuad, namun gagal mencapai kesepakatan.

Minat Bayern terhadap Sterling muncul di tengah diskusi mereka dengan Chelsea mengenai peminjaman striker Nicolas Jackson, yang akhirnya berhasil diamankan oleh klub Bavaria itu. Upaya Bayern untuk merekrut Sterling, meskipun tidak menghasilkan kesepakatan konkret, mencerminkan kebutuhan mereka akan penguatan di posisi sayap. Dengan kontrak Leroy Sane yang akan berakhir dan ketidakpastian seputar masa depan Serge Gnabry dan Kingsley Coman, Bayern memang mencari bala bantuan di posisi tersebut.

Secara historis, Bayern Munich memiliki rekam jejak dalam merekrut pemain sayap berpengalaman untuk mengisi kekosongan, seperti ketika mereka mendatangkan Ivan Perišić dan Philippe Coutinho dengan status pinjaman pada musim 2019/2020 untuk menambah kedalaman dan pengalaman menyusul cedera yang dialami Arjen Robben dan Franck Ribéry. Namun, strategi ini tidak selalu berjalan mulus. Komitmen keuangan yang besar terhadap pemain dengan gaji tinggi, ditambah dengan keengganan beberapa pemain untuk mengurangi upah mereka, telah membatasi fleksibilitas transfer Bayern. Penolakan Sterling, yang memilih stabilitas keluarga dan kekhawatiran waktu bermain daripada kesempatan bermain di Liga Champions dan memperebutkan trofi bersama Bayern, menyoroti tantangan yang dihadapi klub-klub besar dalam menarik pemain dengan preferensi pribadi yang kuat. Situasi ini menempatkan Bayern dalam posisi di mana mereka harus mengevaluasi ulang target dan pendekatan mereka untuk mengakomodasi kebutuhan pemain di masa depan. Kegagalan ini juga bisa menjadi preseden bagi pemain lain yang memprioritaskan faktor non-finansial dan non-olahraga dalam keputusan transfer mereka.