Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Milan Gencarkan Misi Empat Besar, Rabiot Masih Belum Terpuaskan

Admin 25 Dec 2025

Milan Gencarkan Misi Empat Besar, Rabiot Masih Belum Terpuaskan

AC Milan secara agresif menargetkan posisi empat besar di Serie A musim 2025-2026, sebuah tujuan krusial untuk memastikan kualifikasi Liga Champions UEFA. Tekanan ini datang di tengah dinamika keuangan liga yang ketat, di mana partisipasi di kompetisi elite Eropa membawa keuntungan finansial signifikan. Sementara itu, Adrien Rabiot, mantan gelandang Juventus, menyatakan ketidakpuasannya dengan situasi di klub lamanya, menyoroti tantangan yang dihadapi beberapa raksasa Italia di luar lapangan.

Milan, yang saat ini berada di posisi kedua klasemen Serie A dengan 32 poin dari 15 pertandingan, menunjukkan performa yang menjanjikan di bawah asuhan pelatih Massimiliano Allegri, yang kembali melatih klub tersebut pada awal musim 2025-2026. Allegri secara eksplisit menetapkan target 74 poin untuk mengamankan tempat di Liga Champions, dan menegaskan pentingnya hanya kebobolan maksimum 20-25 gol sepanjang musim untuk bersaing memperebutkan Scudetto. Klub ini telah memperkuat skuadnya dengan beberapa wajah baru, termasuk Victor Boniface, Pervis Estupinan, Koni De Winter, dan Samuele Ricci, serta negosiasi yang dilaporkan untuk Luka Modric. Winger Milan, Samuel Chukwueze, bahkan menyatakan keyakinan bahwa Milan dapat memenangkan Scudetto jika mereka mempertahankan performa saat ini dan "benar-benar yakin mereka akan menyelesaikan musim di empat besar." Kualifikasi Liga Champions adalah keharusan finansial; Inter Milan dan Juventus sendiri menghasilkan pendapatan signifikan dari hak siar Liga Champions dan penjualan tiket.

Di sisi lain, Adrien Rabiot, yang kini bermain untuk AC Milan setelah meninggalkan Olympique Marseille pada musim panas, secara terbuka mengungkapkan frustrasinya terhadap Juventus. Rabiot mengkritik kurangnya kejelasan, ambisi, dan strategi transfer Juventus, secara khusus menunjuk direktur olahraga Cristiano Giuntoli sebagai alasan utama di balik keputusannya untuk tidak memperpanjang kontraknya. Ia merasa tidak yakin dengan arah klub dan mengutip kurangnya pembelian pemain "layak Juve" selama beberapa tahun terakhir sebagai faktor yang membuatnya merasa hanya sedikit pemain di lapangan yang "melakukan apa yang diperlukan." Keputusannya untuk bergabung dengan Marseille sebelum akhirnya pindah ke Milan, meskipun melewatkan Liga Champions pada musim 2024-2025 dengan Marseille, mengindikasikan ketidakpuasan mendalam terhadap proyek Juventus.

Ketidakpuasan Rabiot juga bertepatan dengan periode keuangan yang bergejolak bagi Juventus. Meskipun melaporkan keuntungan €16.9 juta pada paruh pertama tahun fiskal 2024-2025, sebagian besar berkat partisipasi di Liga Champions dan upaya rasionalisasi biaya, klub tersebut masih berjuang dengan dampak kerugian finansial yang signifikan di tahun-tahun sebelumnya. Juventus mencatat kerugian bersih sebesar €199.2 juta pada musim 2023-2024, kerugian terbesar di liga. Tekanan untuk finis di empat besar tidak hanya penting bagi masa depan pelatih Juventus, Thiago Motta, tetapi juga krusial untuk stabilitas keuangan klub.

Kehadiran Rabiot di Milan, setelah sebelumnya mengungkapkan kemarahannya karena hasil imbang 0-0 melawan Juventus di mana ia merasa Milan "kehilangan dua poin", menunjukkan kompleksitas hubungan antar-klub dan pemain di Serie A. Tujuan Milan untuk finis di empat besar adalah cerminan dari kebutuhan klub untuk mengamankan pendapatan vital dari Liga Champions, sekaligus upaya Allegri untuk membangun kembali dominasi Milan. Sementara itu, pernyataan Rabiot menggarisbawahi tantangan struktural dan strategis yang terus-menerus memengaruhi klub-klub tradisional Serie A dalam mempertahankan daya saing di pasar transfer dan menjaga kepuasan pemain kunci.