Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Polemik Wasit IBL: Liga Basket Buka Suara Terkait Protes Klub

Admin 27 Dec 2025

Polemik Wasit IBL: Liga Basket Buka Suara Terkait Protes Klub

Sejumlah klub peserta Indonesian Basketball League (IBL) 2025 melayangkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit sepanjang musim reguler, menyoroti serangkaian keputusan kontroversial yang dianggap merugikan dan mengganggu integritas pertandingan. Kondisi ini mendorong pihak penyelenggara liga dan Federasi Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) untuk mengakui tantangan tersebut dan mengumumkan serangkaian inisiatif untuk meningkatkan kualitas perangkat pertandingan.

Dalam beberapa insiden krusial selama IBL 2025, kekecewaan klub mencuat. Pelatih RANS Simba Bogor, Tony Garbelotto, pada Mei 2025, menyatakan kekecewaannya atas pengusiran pemainnya, Devon van Ostrum, dalam pertandingan melawan Hangtuah Jakarta, menganggap keputusan "double intentional foul" tersebut aneh setelah meninjau tayangan ulang. Sehari berselang, Hangtuah Jakarta juga memprotes keputusan wasit saat kalah dari Dewa United, terkait pelanggaran Gelvis Solano yang di-down grade dari unsportsmanlike foul menjadi pelanggaran biasa setelah peninjauan Instant Replay System (IRS), padahal Solano dinilai sebagai orang terakhir yang menjaga lawan. Protes serupa juga dilayangkan manajemen Dewa United Banten pada Mei 2025 setelah kekalahan dari Satria Muda Pertamina Jakarta, menyoroti keputusan wasit yang tidak tegas dan merugikan tim, bahkan membuat pemain senior Arki Dikania Wisnu secara sarkastik meminta wasit mengajarinya cara bertahan yang benar setelah menerima dua kali personal foul beruntun di awal kuarter keempat. Insiden lain termasuk kesalahan perhitungan "shot clock" dan "bad call" yang kerap terjadi sejak awal musim.

Menanggapi gelombang protes ini, IBL bersama PP Perbasi telah memulai sejumlah program dan tindakan. Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menyatakan bahwa liga memahami ketidakpuasan tim terhadap kinerja wasit dan berkomitmen untuk memperbaiki kualitas pengadil lapangan, terutama menjelang babak Playoff. Pada November 2024, IBL dan PP Perbasi telah menyelenggarakan IBL Referee Development Program di Jakarta, sebuah langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas dan citra positif wasit. Program ini diikuti oleh 53 peserta terpilih dari 116 pendaftar, dengan tujuan menjaring 45 wasit terbaik untuk memimpin kompetisi IBL 2025, meningkat signifikan dari 33 wasit pada musim sebelumnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Bidang SDM DPP Perbasi, Christopher Tanuwidjaja, mengakui bahwa level kompetisi IBL yang semakin ketat dan kehadiran pemain asing berkaliber tinggi belum diimbangi oleh kemampuan rata-rata wasit Indonesia. Sebagai solusi jangka pendek untuk babak Playoff dan Final IBL 2025, DPP Perbasi bahkan telah mengajukan surat kepada Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) untuk menyediakan wasit dari luar negeri. Christopher juga mengungkapkan bahwa beberapa wasit yang dinilai tidak memenuhi syarat untuk memimpin IBL telah diturunkan ke level bawah, menyusul kegagalan dalam penataran awal tahun 2025.

Dalam kerangka perbaikan jangka panjang, Perbasi berkoordinasi dengan Japan Basketball Association (JBA) dan FIBA untuk program pengembangan wasit yang akan dimulai pada masa jeda musim. Sekretaris Jenderal PP Perbasi, Nirmala Dewi, menambahkan bahwa pihaknya berupaya meningkatkan kesejahteraan dan keterampilan wasit melalui pelatihan yang baru saja rampung bekerja sama dengan FIBA, berharap kompetisi IBL 2025 akan semakin baik. IBL juga telah menerapkan sistem evaluasi performa wasit berbasis data dan video review sejak paruh musim, didukung sesi pelatihan tambahan dan simulasi pertandingan untuk wasit di babak Playoff, sebagai komitmen untuk menghadirkan pertandingan yang menarik dan adil.

Fenomena protes klub terhadap wasit di IBL bukan sepenuhnya hal baru. Dalam catatan sejarah liga, insiden serupa, seperti sanksi terhadap wasit Arnaz Anggoro pada semifinal IBL 2017-2018 karena kesalahan krusial di 11 detik terakhir pertandingan, menunjukkan bahwa isu kualitas kepemimpinan pertandingan adalah tantangan berkelanjutan yang menuntut evaluasi dan adaptasi sistemik. Resolusi IBL saat ini, yang melibatkan evaluasi menyeluruh, peningkatan pelatihan, dan bahkan intervensi wasit asing, mencerminkan upaya serius untuk memulihkan kepercayaan klub dan penggemar. Keberhasilan program-program ini akan menjadi penentu krusial bagi citra liga, kredibilitas hasil pertandingan, dan daya tarik IBL di mata publik serta investor di masa depan.