Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

FIFPRO Melawan Sanksi FIFA untuk 7 Bintang Naturalisasi Malaysia

Admin 02 Dec 2025

FIFPRO Melawan Sanksi FIFA untuk 7 Bintang Naturalisasi Malaysia

FIFPRO, asosiasi pesepak bola profesional dunia, secara tegas mengecam sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia, dengan menyebut hukuman tersebut "sangat tidak proporsional". Para pemain tersebut, yang kini menghadapi larangan bermain sepak bola selama 12 bulan dan denda, dianggap sebagai korban dalam skandal pemalsuan dokumen kewarganegaraan.

Sanksi dari Komite Disiplin FIFA, yang diumumkan pada 26 September 2025, menargetkan Gabriel Palmero (juga dikenal sebagai Gabriel Felipe Arrocha), Facundo Garces (Facundo Tomás Garcés), Rodrigo Holgado (Rodrigo Julián Holgado), Imanol Machuca (Imanol Javier Machuca), Joao Figueiredo (João Vitor Brandao Figueiredo), Jon Irazabal (Jon Irazábal Iraurgui), dan Hector Hevel (Hector Alejandro Hevel Serrano). Ketujuh pemain ini dilarang terlibat dalam semua aktivitas sepak bola, baik kompetitif maupun non-kompetitif, selama satu tahun dan masing-masing didenda 2.000 franc Swiss (sekitar Rp41 juta). Selain itu, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) juga dijatuhi denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,2 miliar) karena terbukti menggunakan dokumen palsu dalam proses naturalisasi pemain.

FIFPRO berargumen bahwa para pemain tidak memalsukan dokumen apa pun, dan dokumen yang mereka serahkan terbukti asli. Proses administrasi kelayakan pemain sepenuhnya ditangani oleh institusi resmi, sehingga para pemain tidak memiliki kontrol penuh atas masalah tersebut. FIFPRO menyoroti bahwa ketika ada hingga tujuh pemain mengalami kasus serupa, hal ini menunjukkan bahwa dugaan pemalsuan dokumen bukanlah tindakan individual.

Kasus ini bermula pada pertengahan hingga akhir Maret 2025 ketika FAM mulai mengajukan permohonan kelayakan kewarganegaraan kepada FIFA untuk beberapa pemain asing yang akan dinaturalisasi. Aplikasi ini, yang mencakup akta kelahiran kakek-nenek yang menyatakan kelahiran di Malaysia, kemudian terbukti dimanipulasi. Setelah FIFA menerima keluhan resmi yang mempertanyakan keabsahan naturalisasi para pemain pada 11 Juni 2025, penyelidikan pun dimulai. Komite Banding FIFA menolak banding FAM pada 3 November 2025, yang menguatkan sanksi awal.

Dampak dari sanksi ini sangat signifikan bagi para pemain. Beberapa di antaranya, seperti Gabriel Palmero dan Rodrigo Holgado, telah diputus kontrak oleh klub mereka. Situasi ini mendorong para pemain untuk mempertimbangkan mengambil langkah hukum dengan menggugat FAM atas kerugian finansial dan untuk membersihkan nama baik mereka. FAM sendiri telah mengakui adanya kesalahan teknis dalam proses penyerahan dokumen ke FIFA dan sedang melakukan investigasi independen. Mereka juga berencana untuk mengajukan banding lebih lanjut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).