Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Napoli di Ambang Embargo Transfer Pemain

Admin 24 Dec 2025

Napoli di Ambang Embargo Transfer Pemain

Klub raksasa Serie A, Napoli, menghadapi ancaman pembatasan aktivitas transfer yang signifikan, bahkan larangan penuh pada bursa transfer mendatang, akibat pelanggaran rasio biaya tenaga kerja terhadap pendapatan yang baru diperketat serta potensi implikasi dari kasus dugaan laporan keuangan palsu yang melibatkan transfer pemain kunci. Situasi ini muncul di tengah ambisi klub untuk mempertahankan posisinya di puncak sepak bola Italia dan Eropa, menimbulkan ketidakpastian besar bagi perencanaan skuad mereka.

Berdasarkan laporan dari TuttoMercatoWeb dan La Gazzetta dello Sport pada akhir November dan Desember 2025, Napoli termasuk di antara enam klub Serie A yang berisiko mengalami blokir pasar transfer mulai Januari 2026. Ancaman ini berasal dari keputusan Dewan Federal Italia yang menurunkan ambang batas indikator "Biaya Tenaga Kerja Diperluas (Expanded Labor Cost/CLA) terhadap Pendapatan (R)" menjadi 70%. Napoli dilaporkan telah melampaui ambang batas 0.8 yang berlaku saat ini. Jika klub gagal memenuhi batasan baru ini, mereka hanya akan diizinkan beroperasi di pasar transfer dengan sistem "net zero", yang berarti setiap pembelian pemain harus diimbangi dengan penjualan setara atau suntikan modal baru. Batas tersebut akan semakin ketat menjadi 0.7 mulai 1 Juli 2026, dan kegagalan mematuhinya pada tahap itu dapat berujung pada larangan transfer penuh, sebuah skenario yang ingin dihindari Napoli di tengah rencana proyek jangka panjang mereka.

Komisi independen yang mengawasi kesehatan finansial klub-klub Serie A telah meninjau laporan keuangan. Sementara beberapa klub lain seperti Lazio dan Como diperkirakan telah memenuhi ambang batas yang disyaratkan, Napoli dan Pisa dilaporkan belum memenuhi kriteria terkait rasio CLA/R tersebut. Situasi ini memaksa Napoli untuk mempertimbangkan langkah-langkah drastis, termasuk potensi penjualan pemain bintang seperti Scott McTominay, yang nilainya saat ini diperkirakan mencapai 45 juta Euro, untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub dan mematuhi regulasi.

Secara terpisah, klub juga menghadapi tantangan hukum terkait dugaan laporan keuangan palsu. Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, CEO Andrea Chiavelli, dan klub itu sendiri telah resmi diajukan ke pengadilan atas tuduhan laporan keuangan palsu terkait transfer Kostas Manolas pada 2019 dan Victor Osimhen pada 2020. Jaksa penuntut menuduh adanya "keuntungan fiktif" melalui penilaian pemain yang dilebih-lebihkan untuk memperbaiki posisi keuangan klub. Meskipun penyelidikan olahraga oleh jaksa Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Giuseppe Chinè pada tahun 2022 berakhir dengan pembebasan Napoli karena kurangnya bukti, Chinè dilaporkan sedang mempertimbangkan bukti baru dan dapat meminta pembukaan kembali persidangan. Pada tahun 2022, Chinè sempat meminta larangan transfer selama sebelas bulan untuk Napoli sebagai konsekuensi dari dugaan ketidaksesuaian akuntansi dan transfer Osimhen. Persidangan untuk kasus ini dijadwalkan akan dimulai pada 2 Desember 2026. Saat ini, laporan menunjukkan bahwa Napoli tidak menghadapi sanksi olahraga langsung seperti pengurangan poin atau larangan transfer dari kasus akuntansi ini, meskipun para ahli hukum mengisyaratkan bahwa sanksi tersebut dapat muncul jika terbukti adanya pola penipuan sistematis jangka panjang.

Implikasi dari ancaman sanksi ini sangat besar bagi Napoli. Selain membatasi kemampuan mereka untuk memperkuat skuad di bursa transfer yang krusial, ketidakpastian finansial dan hukum juga dapat mempengaruhi daya tarik klub bagi pemain baru serta kemampuan mereka mempertahankan talenta kunci. Dengan anggaran gaji tahunan yang telah mencapai 117.1 juta Euro pada musim 2025/2026, menempati posisi ketiga tertinggi di Serie A, Napoli telah melakukan investasi besar dalam kualitas skuad mereka, terutama dengan kedatangan pemain berupah tinggi seperti Kevin De Bruyne dan Rasmus Højlund. Peningkatan pengeluaran gaji ini, yang mencapai 30.7% dari musim sebelumnya, menunjukkan komitmen Presiden De Laurentiis untuk mempertahankan tantangan gelar setelah kemenangan Scudetto mereka, namun juga menempatkan mereka di bawah pengawasan ketat regulasi finansial baru.

Ancaman pembatasan transfer ini bukan hanya tantangan bagi Napoli sendiri, melainkan juga menyoroti peningkatan penegakan aturan Financial Fair Play (FFP) dan regulasi keuangan domestik Serie A yang semakin ketat. Aturan-aturan baru ini sejalan dengan parameter ekonomi UEFA yang akan menjadi wajib pada tahun 2026, yang juga membawa sanksi berupa blokir pasar transfer. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan finansial klub sepak bola Eropa secara keseluruhan dengan mengekang pengeluaran sembrono dan memastikan klub beroperasi dalam batasan keuangan yang sehat. Bagi Napoli, tantangan yang ada menuntut strategi keuangan yang cermat dan keputusan transfer yang bijaksana dalam beberapa bulan ke depan demi menjaga stabilitas kompetitif dan finansial mereka di kancah sepak bola Italia dan Eropa.