Acosta Beri Nilai 5 untuk MotoGP 2025, Terhambat Bersaing Jadi Alasan

Pembalap muda KTM, Pedro Acosta, secara blak-blakan menyatakan kekecewaannya terhadap performa yang ia tunjukkan sepanjang musim MotoGP 2025, bahkan memberikan nilai 5 dari 10 untuk pencapaiannya. Pernyataan ini disampaikan setelah Grand Prix Valencia yang menutup musim pada Minggu, 16 November 2025, di mana ia berhasil mengakhiri kejuaraan di posisi keempat klasemen akhir dengan total 307 poin.
Acosta, yang ambisinya saat bergabung dengan KTM adalah bersaing memperebutkan gelar juara dunia, merasa bahwa timnya berjuang tanpa hasil yang berarti. "Nilai 5, kami memang meningkat tapi kami berjuang tanpa hasil," ungkap 'El Tiburon' yang dikutip dari GPOne. Ia menambahkan, "Ketika aku bergabung dengan KTM, aku sudah menegaskan bahwa tujuanku adalah bersaing untuk titel juara dunia, malahan apa yang kami perjuangkan? Tidak ada hasilnya."
Meski finis di peringkat keempat klasemen akhir, di belakang juara dunia Marc Marquez (545 poin) dan runner-up Alex Marquez (467 poin), serta Marco Bezzecchi (353 poin), Acosta sama sekali tidak mengantongi kemenangan grand prix di musim 2025. Pencapaian terbaiknya adalah lima kali finis kedua, termasuk tiga di balapan utama (Hungaria, Mandalika, Malaysia) dan dua kali di sprint race (Ceko dan Valencia).
Pembalap berusia 21 tahun ini mengakui adanya peningkatan di paruh kedua musim, di mana ia menemukan konsistensi untuk masuk lima besar setelah awal musim yang sulit di mana ia sempat berada di posisi ke-11 sebelum Jerez. Namun, Acosta merasa paket motor KTM RC16 masih membatasi potensinya, terutama terkait masalah daya cengkeram ban belakang dan performa awal balapan.
Acosta menegaskan bahwa fokusnya tetap pada pengembangan jangka panjang dan bukan hanya pada posisi akhir klasemen. Ia juga menyoroti persaingan yang semakin ketat di MotoGP, menyatakan bahwa Ducati bukan lagi satu-satunya ancaman. Aprilia dan bahkan Honda disebutnya juga menunjukkan peningkatan signifikan, menjadikan persaingan antar pabrikan semakin ketat menjelang musim 2026. KTM kini berupaya keras untuk mencari solusi agar Acosta dapat kembali bersaing di barisan depan dan mewujudkan impiannya menjadi juara dunia.