Devin Davis: Pilar Baru Penguat Hangtuah di Bawah Ring

Devin Davis, pemain asing baru Amartha Hangtuah Jakarta, didatangkan untuk mengatasi defisit kekuatan di bawah ring dan memperkukuh dominasi rebound tim menjelang fase Playoff Indonesian Basketball League (IBL) 2025. Keputusan strategis ini diambil setelah Hangtuah secara matematis mengamankan satu tempat di babak gugur, mengakhiri paceklik playoff selama dua musim beruntun setelah finis di peringkat ke-10 pada 2024 dengan rekor 9-17. Kedatangan Davis bersama Shabazz Muhammad menggantikan Adonys Henriquez dan Samuel Adewunmi, yang dilepas karena alasan berbeda, menjadi upaya konkret manajemen untuk mendukung ambisi tim melangkah lebih jauh di kompetisi.
Hangtuah, yang kini menduduki posisi kelima klasemen IBL dengan 14 kemenangan dan delapan kekalahan, secara historis menghadapi tantangan signifikan dalam memenangkan duel-duel di area kunci. Pembina Klub, Eddi Danusaputro, secara terbuka mengakui kesulitan tersebut, terutama saat center utama Rakeem Christmas diistirahatkan, dan menyoroti peran Davis untuk menutupi kelemahan itu. Dengan tinggi 197 cm, Davis diharapkan mampu menjadi jangkar yang kokoh di paint area, memanfaatkan kemampuannya dalam melakukan rebound.
Rekam jejak Davis sebelum bergabung dengan Hangtuah mencakup karier di G-League bersama Lakeland Magic, klub afiliasi Orlando Magic, sebelum hijrah ke Eropa. Ia sempat bermain untuk klub-klub di Yunani (Peristeri), Italia (Napoli dan Scaligera Verona), dan Kazakhstan (Astana). Klub terakhirnya adalah Panionios, di mana ia mencatatkan rata-rata 7,7 poin, 4,7 rebound, dan satu assist. Indonesia menjadi negara pertama di Asia bagi Davis, sebuah pengalaman baru yang diungkapkannya membuatnya antusias untuk membuktikan diri. Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan seluruh kemampuannya agar Hangtuah bisa menjadi juara.
Adaptasi awal Davis di IBL tidak lepas dari tantangan. Pelatih kepala Hangtuah Jakarta, Wahyu Widayat Jati atau Coach Cacing, mengonfirmasi bahwa Davis, bersama Shabazz Muhammad, masih dalam kondisi jet lag setelah baru bergabung latihan tiga hari. Dalam laga ke-23 musim reguler IBL 2025 melawan Kesatria Bengawan Solo, Davis hanya mencetak 2 angka dan 3 rebound dalam 18 menit 23 detik, sebuah performa yang menurut Coach Cacing membuat Davis meminta maaf karena merasa belum bisa tampil maksimal. Namun, ada indikasi positif saat Hangtuah menghadapi Dewa United di babak playoff, di mana Hangtuah berhasil unggul rebound 19-12 dan mencetak 22 poin di paint area pada paruh pertama pertandingan. Dalam Game 2 playoff tersebut, Davis berkontribusi 13 poin dan delapan rebound, menunjukkan peningkatan kontribusi setelah masa adaptasi awal.
Kehadiran Davis bukan sekadar menambah opsi pemain, melainkan representasi dari strategi tim untuk memperkuat fondasi di bawah ring yang krusial dalam playoff. Manajemen klub, melalui Togi Pangaribuan, menyatakan optimisme tinggi terhadap performa musim ini sebagai yang terbaik yang pernah disaksikan, dan penguatan tim sesuai kebutuhan pelatih menjadi prioritas untuk melangkah lebih jauh. Dengan Rakeem Christmas yang juga berstatus mantan pemain NBA dan memiliki kemampuan di bawah ring, duet Christmas-Davis atau rotasi mereka akan memberikan Hangtuah kedalaman dan dimensi baru dalam menjaga paint area serta memenangkan pertarungan rebound, sebuah aspek vital dalam menentukan nasib tim di babak playoff.