Napoli Buru Tanda Tangan Leon Goretzka

Napoli dilaporkan tengah secara agresif menjajaki kemungkinan untuk mendatangkan gelandang Bayern Munich, Leon Goretzka, pada jendela transfer Januari 2026, sebagai respons terhadap krisis cedera parah di lini tengah mereka dan ambisi meraih gelar Serie A. Meskipun Bayern Munich enggan melepas sang pemain di tengah musim, situasi kontrak Goretzka yang akan berakhir pada Juni 2026, bersama dengan gajinya yang substansial, menempatkan sang gelandang pada persimpangan karier yang krusial.
Kebutuhan mendesak Napoli akan penguatan lini tengah menjadi pendorong utama di balik minat terhadap Goretzka. Klub asal Campania ini saat ini terdampar di posisi ketiga klasemen Serie A setelah 15 pertandingan, terpaut dua poin dari pemuncak klasemen Inter Milan. Absensi sejumlah pemain kunci seperti Kevin De Bruyne, Billy Gilmour, dan Frank Anguissa akibat cedera membuat pelatih Antonio Conte kekurangan opsi signifikan di poros tengah. Sumber internal klub mengindikasikan bahwa Napoli memandang Goretzka, gelandang berusia 30 tahun, sebagai target utama untuk jendela transfer musim dingin guna mempertahankan persaingan Scudetto. Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, sebelumnya telah menjanjikan kepada Conte untuk membangun tim yang lebih kuat untuk musim 2025-26, menyiratkan kesediaan untuk berinvestasi.
Di sisi lain, masa depan Goretzka di Bayern Munich semakin tidak menentu. Kontraknya akan berakhir pada 30 Juni 2026, dan klub raksasa Jerman tersebut dilaporkan tidak memasukkannya dalam rencana untuk musim 2026/27. Hal ini terutama disebabkan oleh gajinya yang tinggi, mencapai sekitar €17-18 juta bruto per tahun, serta keinginan klub untuk merampingkan struktur gaji. Direktur Olahraga Bayern, Christoph Freund, pada 5 Desember 2025, menyatakan bahwa Goretzka adalah "bagian yang sangat penting dari tim kami" setiap kali ia bermain, namun mengakui bahwa situasi kontraknya "rumit" baik dari sudut pandang olahraga maupun keuangan. Goretzka musim ini telah membuat 23 penampilan di semua kompetisi, namun hanya mencatatkan 1.108 menit bermain di bawah arahan pelatih Vincent Kompany. Di Bundesliga 2025/2026, ia bermain dalam 14 pertandingan tanpa gol dan dengan satu assist. Ia juga dilaporkan berada di bawah Joshua Kimmich dan Aleksandar Pavlovic dalam hierarki lini tengah.
Secara taktis, Goretzka yang dikenal sebagai gelandang box-to-box, dapat memberikan dimensi fisik dan kemampuan yang dibutuhkan di samping Stanislav Lobotka dalam formasi 3-4-3 yang diterapkan Antonio Conte. Namun, Bayern Munich kemungkinan besar enggan melepasnya pada Januari kecuali ada tawaran yang "menggoda," mengingat mereka akan kehilangannya secara gratis pada musim panas. Napoli sendiri telah mengeksplorasi alternatif lain, termasuk Kobbie Mainoo, Soungoutou Magassa, dan Lorenzo Pellegrini. Menariknya, Napoli baru-baru ini dilaporkan menghentikan pengejaran terhadap Kobbie Mainoo untuk Januari, menggeser prioritas ke sektor sayap menyerang jika Mainoo tidak segera tiba, yang berpotensi meningkatkan urgensi terhadap Goretzka.
Implikasi finansial dari potensi transfer ini bagi Napoli cukup signifikan. Meskipun klub Italia tersebut dilaporkan bersedia mengeluarkan hingga €50 juta untuk target lain seperti Franco Mastantuono, yang menunjukkan kapasitas pengeluaran mereka, gaji Goretzka yang tinggi akan menjadi pertimbangan utama. Selain itu, Presiden De Laurentiis juga menghadapi pengawasan lebih lanjut terkait tuduhan penyimpangan transfer pada periode 2019-2021, dengan sidang pertama dijadwalkan pada 2 Desember 2026. Konteks ini menambah lapisan kehati-hatian dalam setiap pergerakan transfer besar Napoli. Bagi Bayern, penjualan Goretzka di Januari, jika terjadi, akan memungkinkan mereka mengklaim biaya transfer alih-alih kehilangan dia secara cuma-cuma, serta mempercepat restrukturisasi skuad yang telah mereka rencanakan. Namun, absennya Goretzka di tengah musim dapat memperlebar celah di lini tengah yang sudah dianggap "tipis" oleh beberapa pengamat.