Ketika Max Verstappen 'Pinjam' Pernyataan Populer Jose Mourinho

Max Verstappen, pembalap bintang Formula 1 dari tim Red Bull Racing, baru-baru ini menarik perhatian publik dengan meminjam salah satu pernyataan paling ikonik dari manajer sepak bola legendaris, Jose Mourinho. Peristiwa ini terjadi ketika Verstappen dimintai komentar mengenai aturan baru FIA (Federasi Otomotif Internasional) terkait perilaku dan sumpah serapah di ajang balap.
Pada sebuah acara langsung F1 75 di London, sekitar Februari 2025, Verstappen menanggapi pertanyaan wartawan dengan kalimat yang sangat mirip dengan ucapan Mourinho. "Saya lebih memilih untuk tidak membicarakan hal itu. Jika tidak, saya akan mendapat masalah," ujar Verstappen. "Jika Anda melihat reaksi semua orang terhadapnya, saya pikir itu sudah cukup berbicara. Saya rasa kita tidak perlu menganggapnya terlalu serius.". Ia juga menambahkan bahwa denda yang dikenakan "cukup besar" dan menyerukan penerapan akal sehat dalam aturan tersebut.
Pernyataan tersebut secara langsung menggemakan ucapan terkenal Jose Mourinho pada tahun 2014 setelah kekalahan Chelsea dari Aston Villa di Liga Primer Inggris. Saat itu, Mourinho, yang menjabat sebagai manajer Chelsea, secara gamblang mengatakan kepada Sky Sports, "Saya lebih memilih untuk tidak berbicara. Jika saya berbicara, saya akan mendapat masalah besar. Dalam masalah besar. Dan saya tidak ingin berada dalam masalah besar.".
Kontekstualisasi penggunaan pernyataan ini oleh Verstappen cukup relevan. FIA telah memperkenalkan regulasi baru yang bertujuan untuk menertibkan sumpah serapah dan perilaku tidak pantas, sebuah langkah yang menimbulkan friksi di kalangan pembalap karena mereka merasa tidak dikonsultasikan dalam perumusannya. Verstappen sendiri dilaporkan pernah dikenai sanksi berdasarkan aturan serupa pada tahun sebelumnya dan harus menjalani pelayanan masyarakat. Komentarnya menunjukkan ketidakpuasannya terhadap aturan yang dianggap terlalu ketat atau tidak perlu.
Perbandingan antara Verstappen dan Mourinho tidak berhenti pada kutipan tersebut. Keduanya dikenal karena kepercayaan diri yang tinggi, mentalitas pemenang, dan terkadang, pendekatan yang blak-blakan dalam berbicara kepada media. Mourinho pertama kali mendeklarasikan dirinya sebagai "The Special One" pada konferensi pers perdananya sebagai manajer Chelsea pada tahun 2004, menyusul keberhasilan memenangkan Liga Champions bersama Porto. Ia menjelaskan bahwa ucapannya itu merupakan respons "agresif" terhadap keraguan atas kemampuannya di Liga Primer. Meskipun Mourinho kemudian menjauhkan diri dari julukan tersebut, menyebutnya sebagai "sejarah kuno", warisan keberanian dan kepercayaan dirinya tetap melekat.
Menariknya, belum lama setelah Verstappen mengutip Mourinho, kedua tokoh legendaris di bidang masing-masing ini bertemu secara langsung. Jose Mourinho didapuk untuk menyerahkan penghargaan pole position kepada Max Verstappen di kualifikasi Grand Prix Inggris pada Juli 2025. Momen tersebut menjadi perwujudan fisik dari perbandingan yang baru saja hangat diperbincangkan di dunia olahraga. Mourinho sendiri juga menunjukkan ketertarikannya pada Formula 1, bahkan menyatakan simpatinya terhadap kesulitan yang dialami tim Ferrari.
Dengan Verstappen yang sedang dalam performa puncak, berupaya menjadi pembalap kedua dalam sejarah F1 yang memenangkan lima gelar juara dunia berturut-turut pada musim 2025, kemampuannya untuk mengendalikan narasi dan menunjukkan kepercayaan diri di luar lintasan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu figur paling dominan dan karismatik di Formula 1.