Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Mega Bonus Rp700 Juta dari PP Pelti untuk Pahlawan Tenis Emas SEA Games 2025

Admin 23 Dec 2025

Mega Bonus Rp700 Juta dari PP Pelti untuk Pahlawan Tenis Emas SEA Games 2025

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) telah mengucurkan bonus sebesar Rp 700 juta kepada tim tenis nasional menyusul keberhasilan meraih tiga medali emas dan enam perunggu di ajang SEA Games ke-33 Thailand 2025. Apresiasi finansial ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan prestasi atlet-atlet tenis Indonesia yang berhasil menempatkan Indonesia kembali di puncak podium nomor beregu putri, beregu putra, dan ganda putri. Ketua Umum PP Pelti, Nurdin Halid, menyatakan bahwa bonus ini merupakan bentuk apresiasi Pelti di luar bonus yang dijanjikan oleh pemerintah.

Keberhasilan di SEA Games 2025 ini menorehkan sejarah bagi tenis Indonesia, di mana pasangan ganda putri Aldila Sutjiadi/Janice Tjen tampil konsisten dan memastikan Indonesia berdiri di podium tertinggi, sekaligus menjadi emas kedua bagi Aldila/Janice setelah sebelumnya meraih emas di nomor beregu putri. Sementara itu, tim tenis Indonesia juga sukses mengawinkan emas di nomor beregu putra dan beregu putri. Total, Indonesia membukukan 91 medali emas, 112 perak, dan 130 perunggu di SEA Games 2025, menempati peringkat kedua klasemen akhir. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menjanjikan bonus sebesar Rp 1 miliar untuk setiap medali emas yang dibawa pulang kontingen Indonesia.

Pemberian bonus ini mencerminkan komitmen PP Pelti di bawah kepemimpinan Nurdin Halid, yang dilantik secara resmi sebagai Ketua Umum untuk masa bakti 2024-2028. Sejak awal masa jabatannya, Nurdin Halid telah menekankan pentingnya pembinaan atlet junior dan senior, serta penyelenggaraan turnamen lokal dan internasional sebagai upaya mengembalikan kejayaan tenis Indonesia. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo juga telah mendorong PP Pelti untuk menciptakan program pembinaan atlet yang kuat guna mencapai prestasi dunia, bahkan menargetkan partisipasi di Olimpiade 2032.

Namun, pengembangan tenis Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan signifikan. Keterbatasan fasilitas lapangan tenis berkualitas internasional yang terpusat di kota-kota besar menjadi salah satu hambatan utama bagi akses latihan atlet daerah. Selain itu, dukungan finansial dan sponsor yang minim kerap menyulitkan atlet untuk mengikuti turnamen internasional secara rutin, padahal frekuensi bertanding di luar negeri sangat krusial untuk meningkatkan peringkat dan pengalaman. Pembinaan usia dini juga belum merata, dengan banyak klub daerah kekurangan pelatih berlisensi dan sistem identifikasi bakat yang kuat. Tenis di Indonesia juga masih kalah populer dibandingkan bulu tangkis atau sepak bola, yang berdampak pada kurangnya pendanaan dari pemerintah untuk program akar rumput dan pengembangan bakat.

Dalam menanggapi tantangan ini, Nurdin Halid menyatakan PP Pelti akan fokus pada peningkatan mutu dan prestasi tenis Indonesia, mulai dari pelatih, atlet, wasit, hingga tenaga profesional. Program seperti Gerakan Nasional Bantuan Bola Tenis juga digalakkan untuk mendukung pembinaan tenis usia dini dan regenerasi atlet. Rencana kerja PP Pelti juga mencakup pembangunan industri tenis nasional berbasis organisasi modern dan manajemen profesional, serta perencanaan sport science di sepuluh wilayah. Ke depan, keberlanjutan bonus dan apresiasi ini diharapkan tidak hanya menjadi insentif sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembinaan yang lebih terstruktur dan didukung penuh, agar prestasi tenis Indonesia dapat terus berlanjut di kancah regional maupun global. Meskipun demikian, pemerintah belum mengumumkan secara resmi besaran bonus untuk atlet peraih medali perak dan perunggu SEA Games 2025.