Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Filosofi Tersembunyi: Kisah Maskot SEA Games dari Penjuru ASEAN

Admin 26 Nov 2025

Filosofi Tersembunyi: Kisah Maskot SEA Games dari Penjuru ASEAN

Maskot telah lama menjadi elemen penting dalam setiap perhelatan olahraga besar, tak terkecuali Pesta Olahraga Asia Tenggara atau SEA Games. Lebih dari sekadar simbol, maskot-maskot ini merangkum identitas, budaya, dan filosofi negara tuan rumah, sekaligus mempromosikan persatuan dan sportivitas di antara negara-negara peserta. Tradisi penggunaan maskot ini dimulai pada tahun 1985 dengan gajah putih bernama "Chang" di Thailand. Sejak itu, setiap edisi SEA Games memperkenalkan maskotnya sendiri dengan makna yang mendalam.

Pada SEA Games 2009 di Vientiane, Laos, maskotnya adalah sepasang gajah putih bernama Champa dan Champi, yang mengenakan pakaian tradisional Laos. Gajah melambangkan Laos sebagai "kerajaan sejuta gajah" (Lan Xang), sementara ekspresi ceria mereka mewakili suasana gembira dan sambutan hangat dari Laos sebagai tuan rumah.

Indonesia, saat menjadi tuan rumah SEA Games ke-26 pada tahun 2011 di Jakarta dan Palembang, memilih sepasang komodo bernama Modo dan Modi sebagai maskotnya. Modo adalah komodo jantan yang mengenakan kostum tradisional Indonesia berwarna biru dengan sarung batik, sementara Modi adalah komodo betina dengan kebaya merah dan selendang batik. Komodo dipilih karena merupakan satwa langka endemik Indonesia dan menjadi kebanggaan bangsa. Modo dan Modi memiliki kepribadian pekerja keras, jujur, adil, ramah, bersahabat, dan sportif, mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia.

Singapura memperkenalkan Nila, seekor singa berbulu merah dan berwajah hati, sebagai maskot SEA Games ke-28 tahun 2015. Nama Nila diambil dari nama pendiri Singapura, Sang Nila Utama. Singa sendiri merupakan hewan nasional Singapura. Rambut merah menyala pada Nila melambangkan semangat dan gairah, sementara wajah berbentuk hati menjadi simbol persahabatan. Nila digambarkan sebagai sosok yang berani, bersemangat, dan ramah.

Di SEA Games ke-29 pada tahun 2017, Malaysia memilih harimau Malaya bernama Rimau sebagai maskot. Rimau, kependekan dari Respect, Integrity, Move, Attitude, dan Unity (Hormat, Integritas, Bergerak, Sikap, dan Persatuan), melambangkan kekuatan, kelincahan, dan keberanian dalam olahraga. Maskot ini juga mewujudkan semangat olahragawan sejati yang kompetitif, ramah, dan bersahabat.

Filipina menghadirkan maskot unik bernama Pami pada SEA Games 2019, yang berbentuk bola-bola busa tersenyum. Nama "Pami" diambil dari kata "pamilya" yang berarti keluarga dalam bahasa Filipina, merepresentasikan persatuan setiap negara, setiap atlet, dan kebersamaan. Pami memiliki empat warna berbeda dari bendera Filipina, yaitu kuning, putih, biru, dan merah, yang mencerminkan kesatuan sebelas negara Asia Tenggara.

Pada SEA Games 2021 (diselenggarakan tahun 2022) di Vietnam, maskotnya adalah Sao La, mamalia langka yang menyerupai unicorn dan hanya ditemukan di Deretan Annam di Vietnam dan Laos. Sao La digambarkan sebagai sosok yang ramah, cakap, percaya diri, sehat, cerdas, dan gesit. Pemilihan Sao La juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan perlindungan satwa langka dan nilai-nilai alam Vietnam.

Kamboja, sebagai tuan rumah SEA Games ke-32 tahun 2023, memperkenalkan sepasang kelinci bernama Borey (jantan) dan Rumduol (betina). Keduanya mengenakan pakaian Bokator, seni bela diri tradisional Kamboja. Nama Rumduol diambil dari bunga nasional Kamboja. Kelinci dalam cerita rakyat Kamboja menggambarkan karakter yang menyenangkan, serta nilai-nilai ajaran Buddha seperti keadilan, kejujuran, pengetahuan, dan kemanfaatan bagi masyarakat. Maskot ini juga melambangkan solidaritas dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Untuk SEA Games 2025 mendatang, Thailand akan kembali menjadi tuan rumah dengan maskot bernama "The Sans". Awalnya The Sans terdiri dari tujuh karakter berdasarkan konsep "7 Hari, 7 Warna" yang menggambarkan kearifan lokal melalui motif tenun tradisional. Namun, desainnya disederhanakan menjadi satu karakter dengan sentuhan nasionalisme Thailand, menampilkan warna bendera nasional: merah, putih, dan biru. Maskot ini didesain dengan bentuk geometris berpola tenun, memadukan identitas Thailand dengan keindahan modern, serta melambangkan kebanggaan, kegembiraan, perayaan, dan persatuan. Konsep "Play by the Rules" juga menjadi visi di balik maskot ini, menekankan kompetisi yang adil.