Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Timnas Muaythai Indonesia: Pelajaran ISG 2025 untuk Taklukkan Kejuaraan Dunia

Admin 22 Nov 2025

Timnas Muaythai Indonesia: Pelajaran ISG 2025 untuk Taklukkan Kejuaraan Dunia

Perjalanan tim Muaythai Indonesia di Islamic Solidarity Games (ISG) 2025 di Riyadh, Arab Saudi, telah berakhir, meninggalkan sejumlah pelajaran berharga yang akan menjadi bekal penting menuju Kejuaraan Dunia mendatang. Kompetisi multievent antarnegara Islam yang berlangsung dari 7 hingga 21 November 2025 di Riyadh ini menjadi arena pembuktian sekaligus evaluasi bagi skuad Merah Putih.

Tim Muaythai Indonesia, yang ambil bagian dalam ajang tersebut, harus menghentikan langkahnya di babak perempat final dan gagal membawa pulang medali. Hasil ini, menurut Pelatih Muaythai Hendra J Masie, menjadi cerminan bahwa level persaingan sudah mencapai tingkat dunia, sementara persiapan tim tergolong minim. "Kami menyadari bahwa di pertandingan kemarin sudah level dunia, dengan persiapan yang minim dibandingkan dengan negara lain," ujar Hendra J Masie. Tim hanya memiliki waktu persiapan sekitar dua pekan, dengan para atlet berlatih di daerah masing-masing.

Salah satu pelajaran utama yang diidentifikasi adalah kebutuhan untuk meningkatkan kekuatan fisik. Atlet Angelina Runtukahu, yang berkompetisi di kelas 50-55 kilogram, merasakan betul kurangnya power saat menghadapi atlet Uni Emirat Arab. "Saya baru merasakannya kemarin bahwa power kurang saat melawan atlet UEA. Jadi ke depan akan banyak nge-gym agar lebih kuat lagi," tutur Angelina. Ia juga menyoroti perbedaan ukuran tubuh lawan yang cenderung lebih tinggi, memberikan keuntungan jangkauan. "Selain itu, perbedaan kami dengan lawan ialah size. Mereka itu tinggi-tinggi jadi jangkauannya lawan bisa lebih jauh. Sementara kalau kita yang lebih rendah agak susah untuk masuk," lanjutnya. Kondisi udara kering di Riyadh juga disebut Angelina menyulitkan pernapasan selama pertandingan.

Senada dengan Angelina, Ardiansyah, atlet Muaythai lainnya, menegaskan bahwa fokus persiapan selanjutnya akan tertuju pada peningkatan teknik dan kondisi fisik. "Kalau saya harus tambah teknik dan fisiknya saja (lebih dikuatkan lagi)," katanya.

Dengan berakhirnya ISG 2025, tim Muaythai Indonesia kini mengarahkan pandangannya ke Kejuaraan Dunia 2026. Pengalaman pahit di Riyadh ini diharapkan menjadi katalis untuk perbaikan menyeluruh, mulai dari program latihan yang lebih intensif dan terpusat, peningkatan kekuatan dan ketahanan fisik, hingga adaptasi strategi menghadapi postur lawan yang berbeda. Pembelajaran ini vital agar tim dapat tampil lebih kompetitif dan meraih prestasi yang lebih baik di panggung Muaythai global berikutnya. Beberapa atlet juga telah dijadwalkan untuk mengikuti kejuaraan internasional lainnya di penghujung tahun 2025, seperti WWC International Muay Thai Championship di Malaysia pada Desember 2025. Momentum pasca-ISG 2025 ini menjadi titik tolak bagi Tim Muaythai Indonesia untuk berbenah dan membuktikan kapasitasnya di Kejuaraan Dunia.