MotoGP Wacanakan Skema Kualifikasi Baru: Sprint dan Balapan Utama Punya Jalur Sendiri

Usulan untuk memisahkan sesi kualifikasi untuk Sprint Race dan balapan utama MotoGP semakin mengemuka, dengan Davide Brivio, kepala tim Trackhouse Racing yang berpengalaman, menjadi tokoh terbaru yang secara terbuka menyerukan reformasi format akhir pekan balap tersebut. Brivio, yang memiliki rekam jejak luas di MotoGP dan Formula 1, mengemukakan ide ini dalam wawancara baru-baru ini, dengan alasan bahwa pemisahan kualifikasi akan mengurangi tekanan luar biasa yang dihadapi para pebalap dan mencegah satu kesalahan memengaruhi hasil dua balapan.
Format kualifikasi MotoGP saat ini menggunakan satu sesi untuk menentukan posisi grid awal baik untuk Sprint Race hari Sabtu maupun Grand Prix hari Minggu. Prosesnya melibatkan sesi Latihan 60 menit pada Jumat sore, di mana 10 pebalap tercepat langsung melaju ke Q2. Pada hari Sabtu, sesi Latihan Bebas 2 (FP2) diikuti oleh Kualifikasi 1 (Q1) selama 15 menit, di mana dua pebalap tercepat bergabung dengan 10 pebalap yang sudah lolos ke Kualifikasi 2 (Q2) selama 15 menit. Q2 kemudian menetapkan 12 posisi teratas di grid untuk kedua balapan tersebut. Para pebalap yang tidak berhasil masuk Q2 memulai dari posisi ke-13 ke belakang berdasarkan hasil Q1 mereka.
Davide Brivio secara tegas menyatakan, "Secara pribadi, saya akan memisahkan kualifikasi. Satu kualifikasi untuk Sprint dan satu kualifikasi untuk balapan Grand Prix. Mungkin sulit untuk membuat jadwalnya berjalan, tetapi saya akan melakukannya karena Anda tidak dapat mengorbankan seluruh akhir pekan pada Jumat sore." Kritiknya menyoroti dampak serius dari satu putaran yang buruk, atau insiden di luar kendali pebalap seperti bendera kuning atau kecelakaan, yang dapat menghancurkan peluang di kedua balapan.
Sentimen ini digaungkan oleh pebalap Honda Luca Marini pada November 2025, yang mengatakan, "Jika Anda dirugikan oleh kecelakaan atau bendera kuning, sangat disayangkan membuang seluruh akhir pekan." Marini juga menyarankan agar empat pebalap maju dari Q1 ke Q2, bukan hanya dua, untuk membuat sistem lebih adil. Pentingnya kualifikasi juga ditekankan oleh statistik musim 2024, di mana setiap balapan MotoGP dimenangkan oleh pebalap yang memulai dari tiga baris terdepan grid (posisi satu hingga sembilan).
Pengenalan Sprint Race pada tahun 2023, yang berlangsung sekitar 50% dari jarak balapan utama dan memberikan setengah poin kepada sembilan finisher teratas, telah secara signifikan meningkatkan beban kerja pebalap. Kalender 2025 yang mencakup 22 putaran, menghasilkan total 44 balapan dengan sprint, telah menimbulkan kekhawatiran yang meluas tentang kelelahan pebalap dan peningkatan risiko cedera. Mantan bintang MotoGP Andrea Dovizioso mengamati kelelahan yang terlihat di wajah para pebalap sepanjang musim 2025. Pebalap seperti Aleix Espargaró dan Joan Mir secara blak-blakan menyuarakan ketidakpuasan, dengan Mir menyebut 44 balapan sebagai "kekejaman," dan Espargaró menyoroti janji yang tidak terpenuhi mengenai liburan musim panas yang lebih panjang untuk pemulihan. Miguel Oliveira dan Francesco Bagnaia juga membahas peningkatan risiko cedera sebagai konsekuensi format saat ini. Meskipun menghadapi kesulitan dalam balapan sprint, Bagnaia menyatakan bahwa para pebalap harus beradaptasi dengan format yang ada.
Implikasi dari proposal pemisahan kualifikasi ini berpotensi besar. Secara historis, kualifikasi telah menjadi elemen kunci yang menentukan strategi balapan, namun pengenalan Sprint Race telah melipatgandakan taruhan pada satu sesi kualifikasi. Memisahkan kualifikasi akan memungkinkan pebalap dan tim untuk merancang strategi yang berbeda untuk setiap balapan, mungkin dengan pengaturan motor atau pilihan ban yang lebih spesifik untuk Sprint Race yang lebih pendek dan intens, serta Grand Prix yang lebih panjang. Ini dapat mengurangi tekanan mental dan fisik pada pebalap dengan membagi tujuan mereka selama akhir pekan, berpotensi mengurangi risiko cedera yang telah menjadi masalah yang berkembang sejak 2023, di mana grid penuh tidak selalu tampil di setiap balapan karena cedera.
Namun, Brivio sendiri mengakui bahwa mengatur jadwal akan menjadi "sulit." Penambahan sesi kualifikasi akan mempersulit manajemen waktu di akhir pekan balapan yang sudah padat. Dorna Sports, promotor MotoGP, sebelumnya telah menunjukkan keengganan untuk memperluas kalender melampaui 22 balapan, meskipun ada akuisisi oleh Liberty Media. Pertimbangan logistik dan potensi kejenuhan penonton juga perlu dievaluasi. Beberapa penggemar telah menyatakan "burnout" dengan format saat ini, merasa bahwa terlalu banyak balapan mengurangi minat pada Grand Prix utama hari Minggu.
Meskipun tantangan implementasi tetap ada, usulan untuk memisahkan kualifikasi merefleksikan diskusi yang lebih luas dalam paddock mengenai keberlanjutan intensitas MotoGP. Dengan perubahan regulasi teknis ke mesin 850cc yang akan datang pada tahun 2027, Brivio menekankan bahwa regulasi harus selaras dengan tujuan utama: memaksimalkan hiburan. Masa depan format akhir pekan MotoGP kemungkinan akan terus menjadi topik perdebatan karena seri ini berupaya menyeimbangkan daya tarik olahraga dengan kesejahteraan pebalap dan dinamika kompetitif.