Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Taufik Hidayat Akui Keunggulan: Atlet Non-Pelatnas PBSI Kian Bersinar

Admin 02 Dec 2025

Taufik Hidayat Akui Keunggulan: Atlet Non-Pelatnas PBSI Kian Bersinar

Atlet-atlet bulu tangkis di luar Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menunjukkan performa yang semakin gemilang belakangan ini, memicu beragam komentar dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua Umum I PBSI Taufik Hidayat. Menanggapi fenomena ini, Taufik Hidayat menyatakan "Ya, Alhamdulillah" sebagai bentuk syukur atas prestasi yang diraih oleh para pemain independen tersebut.

Dalam setahun terakhir, sejumlah gelar juara di arena bulutangkis internasional dari wakil Indonesia cenderung lebih banyak dipersembahkan oleh atlet-atlet yang berkarier di luar Pelatnas. Salah satu nama yang paling menonjol adalah Jonatan Christie. Setelah memutuskan keluar dari Pelatnas PBSI pada Mei 2025, Jonatan berhasil menyumbangkan tiga gelar juara dalam waktu sekitar dua bulan, yaitu Korea Open, Denmark Open, dan Hylo Open sejak September 2025. Kemenangan di turnamen bergengsi seperti All England Open juga menjadi catatan penting, menandai pertama kalinya ia meraih gelar Super 1000 sebagai pemain non-Pelatnas.

Selain Jonatan Christie, pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani juga turut unjuk gigi. Mereka sukses menembus final Hylo Open 2025 dan meraih posisi runner-up di China Master 2024, bahkan mencapai final Indonesia Open 2025 ketika tidak ada wakil Pelatnas yang menembus partai puncak. Keberhasilan mereka tak lepas dari dukungan sponsor seperti Waroeng Steak and Shake, yang membantu membiayai perjalanan, hotel, pelatih, hingga shuttlecock. Pasangan ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja juga menjadi contoh lain atlet non-Pelatnas yang berprestasi, bahkan berhasil lolos ke BWF World Tour Finals 2024. Namun, Dejan Ferdinansyah kemudian direkrut kembali ke Pelatnas PBSI untuk tahun 2025.

Taufik Hidayat, yang juga menjabat sebagai Wakil Menpora, menegaskan bahwa performa atlet merupakan bagian dari proses panjang. Ia mencontohkan bahwa Jonatan Christie pernah lama berada di Pelatnas, begitu pula Sabar/Reza. "Ya kita alhamdullilah, di belakang itu namanya Indonesia kan? Bukan nama pribadi atau nama daerah mana-mana," ujar Taufik, seraya meminta publik untuk tidak menciptakan polemik dengan membeda-bedakan pemain Pelatnas dan non-Pelatnas. Ia menekankan bahwa pilihan berkarier di luar Pelatnas adalah keputusan masing-masing atlet, dan pada akhirnya semua berjuang untuk nama Indonesia.

Meski demikian, atlet non-Pelatnas menghadapi tantangan besar, termasuk biaya mandiri untuk akomodasi, turnamen, pelatih, tempat latihan, hingga pembelian shuttlecock, yang berbeda dengan atlet Pelatnas yang ditanggung oleh organisasi. Sebelumnya, pada April 2025, Taufik Hidayat sempat mengkritik kurangnya keterbukaan atlet Pelatnas dalam proses evaluasi setelah hasil yang kurang memuaskan di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2025. Ia mempertanyakan mengapa atlet cenderung diam saat ditanya masalah yang dihadapi, padahal PBSI telah menyediakan fasilitas lengkap.

Fenomena ini juga mencerminkan tren "independent athletes movement" secara global, di mana atlet profesional semakin mengambil alih kendali penuh atas karier mereka, termasuk pemilihan turnamen, pelatih, dan sponsor. PBSI sendiri, melalui Kabid Binpres Ricky Subagja, menyatakan bangga atas keberhasilan atlet non-Pelatnas yang mampu bersaing di level tertinggi, melihatnya sebagai bukti potensi bulutangkis Indonesia yang luas. Pada Oktober 2025, beberapa atlet seperti Rinov Rivaldy, Yeremia Rambitan, Pitha Haningtyas Mentari, dan Lisa Ayu Kusumawati juga memilih mundur dari Pelatnas untuk menjadi pemain independen, dan PBSI menghormati keputusan tersebut.