Performa Ranking FIFA Indonesia: Menguak Kenaikan dan Penurunan dalam Setahun

Tim nasional sepak bola Indonesia menunjukkan progres signifikan dalam peringkat FIFA selama satu tahun terakhir, meski di penghujung tahun 2025 mengalami stagnasi. Posisi Indonesia naik 19 peringkat dari 146 pada Desember 2023 menjadi 127 pada Desember 2024. Peningkatan ini berlanjut hingga mencapai puncak di peringkat 118 pada Juli 2025, tertinggi sejak 1998, sebelum kembali ke posisi 122 pada Desember 2025.
Perjalanan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan pelatih Shin Tae-yong sejak akhir 2019 telah menjadi faktor utama di balik lonjakan ini, membawa Garuda dari peringkat 173 ke pencapaian tertinggi 118. Peningkatan poin FIFA secara drastis sebagian besar didorong oleh performa kompetitif di ajang resmi seperti Piala Asia 2023 dan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Timnas Indonesia berhasil lolos dari fase grup Piala Asia 2023 dan melangkah ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, mencatatkan kemenangan krusial atas lawan-lawan kuat seperti Vietnam di putaran kedua dan Arab Saudi di putaran ketiga. Kemenangan 2-0 atas Arab Saudi pada November 2024, misalnya, memberikan tambahan 16,23 poin dan mendongkrak Indonesia ke peringkat 125.
Namun, momentum kenaikan tersebut sempat tertahan. Setelah mencapai peringkat 125 pada November 2024, Indonesia justru turun dua peringkat menjadi 127 pada Desember 2024. Penurunan ini tidak terlepas dari hasil kurang memuaskan selama Piala AFF 2024, di mana Timnas Indonesia kehilangan sekitar 1,7 poin setelah bermain imbang melawan Laos dan kalah dari Vietnam, meskipun sempat menang atas Myanmar. Pada Desember 2025, posisi Timnas Indonesia stagnan di peringkat 122, terutama karena absennya Timnas dari agenda FIFA Matchday pada November 2025 setelah ditinggal pelatih Patrick Kluivert, sehingga kehilangan peluang untuk meraih poin tambahan. Beberapa kekalahan di ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 menghadapi kekuatan Asia seperti Arab Saudi dan Irak juga berdampak pada posisi Garuda.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara konsisten menyuarakan target ambisius untuk Timnas Indonesia, yakni menembus 100 besar peringkat FIFA. Bahkan, setelah kemenangan atas Arab Saudi, PSSI meningkatkan target jangka panjang untuk berada di 50 besar dunia pada tahun 2045. Namun, target ini dinilai sebagai upaya yang dipaksakan oleh pengamat sepak bola, Gita Suwondo, yang menekankan bahwa timnas tidak hanya harus menang di setiap FIFA Matchday tetapi juga wajib mencari lawan yang lebih kuat untuk mengamankan poin sebanyak mungkin.
Dalam persaingan regional Asia Tenggara, Indonesia masih berada di bawah Thailand (peringkat 96) dan Vietnam (peringkat 107) per Desember 2025. Meskipun demikian, Timnas Indonesia kini berada di atas Malaysia yang mengalami penurunan drastis ke peringkat 121 dunia setelah menerima sanksi FIFA berupa pembatalan hasil tiga laga uji coba akibat penggunaan tujuh pemain naturalisasi ilegal. Perubahan ini menandakan pentingnya kepatuhan regulasi selain performa di lapangan. Dengan materi pemain yang semakin kompetitif dan pengalaman berharga dari turnamen besar, konsistensi performa dan strategi pemilihan lawan di FIFA Matchday menjadi kunci bagi Indonesia untuk merealisasikan ambisi peringkat FIFA yang lebih tinggi dan bersaing di panggung global.