Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Amorim Membayangi Masa Depan Mainoo di Manchester United

Admin 05 Dec 2025

Amorim Membayangi Masa Depan Mainoo di Manchester United

Perjalanan karier Kobbie Mainoo di Manchester United mengalami kemunduran signifikan di bawah arahan manajer Ruben Amorim, memicu spekulasi tentang masa depannya di Old Trafford. Gelandang berusia 20 tahun ini, yang musim lalu menjadi sensasi setelah mencetak gol penentu di final Piala FA 2024 dan menembus skuad inti Inggris hingga berlaga di final Euro 2024, kini kesulitan mendapatkan waktu bermain di Liga Inggris.

Sejak Ruben Amorim mengambil alih kursi manajer menyusul kepergian Erik ten Hag, Mainoo belum sekalipun menjadi starter di Premier League musim ini. Ia hanya mengumpulkan 171 menit bermain dalam 14 penampilan di liga, dan satu-satunya kesempatan tampil sebagai starter datang di Piala Liga melawan Grimsby Town. Dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk hasil imbang 1-1 melawan West Ham pada 4 Desember 2025, Mainoo hanya menjadi penghangat bangku cadangan.

Amorim sendiri telah menjelaskan keputusannya untuk membatasi menit bermain Mainoo. Manajer asal Portugal itu berpendapat bahwa Mainoo, meski memiliki kemampuan teknis, masih kurang dalam "akselerasi eksplosif" yang diperlukan untuk peran No. 8 spesifik dalam sistem taktisnya. Pada September lalu, Amorim menyatakan bahwa Mainoo "membutuhkan lebih banyak kecepatan," "perlu memahami posisi dengan lebih baik," dan "perlu bermain dalam kecepatan yang berbeda – terkadang lebih lambat, terkadang lebih cepat."

Amorim secara konsisten menegaskan bahwa pilihannya didasarkan pada performa, dengan tujuan memainkan pemain yang "paling siap" untuk memenangkan pertandingan, tanpa memandang status individu atau dari akademi. Ia juga menyoroti kebugaran Bruno Fernandes yang konsisten, yang bermain di posisi yang diinginkan Mainoo, serta kehadiran Manuel Ugarte yang juga mendapatkan kesempatan ketika Casemiro absen.

Situasi ini telah membuat Mainoo "sangat frustrasi." Laporan menyebutkan bahwa sang gelandang telah meminta dipinjamkan pada musim panas lalu, namun ditolak oleh klub. Kini, Mainoo dilaporkan siap untuk kembali mencari kesempatan dipinjamkan pada jendela transfer Januari. Klub-klub top Eropa seperti Napoli, Chelsea, Arsenal, dan Bayern Munich disebut-sebut tertarik untuk mengamankan jasanya, baik secara pinjaman maupun permanen. Manchester United sendiri diperkirakan akan menunda keputusan mengenai pinjaman Mainoo hingga setelah Piala Afrika selesai, mengingat potensi absennya pemain lain seperti Bryan Mbeumo, Noussair Mazraoui, dan Amad Diallo karena turnamen tersebut.

Kritik terhadap penanganan Amorim terhadap Mainoo tidak hanya datang dari penggemar, tetapi juga dari legenda klub Paul Scholes. Scholes secara terbuka menanggapi pernyataan Amorim, menyebutnya "omong kosong" dan mengklaim bahwa Mainoo "sedang dihancurkan" serta mungkin yang terbaik baginya adalah meninggalkan Manchester United demi kelangsungan kariernya.

Ruben Amorim diketahui menerapkan sistem taktis yang fleksibel, sering menggunakan formasi 3-4-3 yang bisa beradaptasi menjadi 4-3-3, 5-2-3, 4-2-4, atau 3-2-5. Ia memprioritaskan keunggulan numerik di lini tengah dan struktur pertahanan yang kompak dengan garis pertahanan tinggi. Filosofi permainannya menekankan vertikalitas dan transisi cepat untuk mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan lawan. Namun, dalam sistem ini, gelandang tengah seringkali diharapkan menjadi perusak serangan dan pelindung lini belakang, peran yang saat ini diisi oleh Casemiro dan Ugarte.

Meskipun performa Manchester United di bawah Amorim masih belum konsisten, dengan mereka saat ini berada di posisi kedelapan Liga Inggris dan dua poin di belakang zona Liga Champions, dewan klub dilaporkan masih memberikan dukungan penuh kepada sang manajer. Namun, penanganan terhadap Kobbie Mainoo tampaknya akan terus menjadi sorotan di tengah periode krusial musim ini.