PSG Amankan Dembele, Hindari 'Nasib Donnarumma' Dijual Murah

Paris Saint-Germain (PSG) menghadapi dilema strategis krusial terkait masa depan penyerang bintang Ousmane Dembélé, bertekad untuk tidak mengulangi skenario kerugian finansial seperti yang dialami AC Milan saat kehilangan Gianluigi Donnarumma secara cuma-cuma. Klub Ibu Kota Prancis itu menyadari urgensi untuk mengamankan nilai aset kelas dunianya, menyusul performa Dembélé yang eksplosif.
Dembélé, yang bergabung dengan PSG dari Barcelona pada musim panas 2023 dengan biaya transfer 50,4 juta Euro dan menandatangani kontrak lima tahun hingga Juni 2028, baru saja menjalani musim 2024/2025 yang luar biasa. Ia berhasil meraih Ballon d'Or dan penghargaan The Best FIFA Men's Player, memimpin PSG meraih treble bersejarah termasuk gelar Liga Champions pertama klub. Selama musim tersebut, Dembélé mencetak 35 gol dan memberikan 16 assist di semua kompetisi, yang membuat nilai pasarnya meningkat sebesar 30 juta Euro. Nilai pasarnya saat ini diperkirakan mencapai 100 juta Euro.
Situasi ini sangat berbeda dengan transfer Gianluigi Donnarumma ke PSG pada Juli 2021. Kiper internasional Italia tersebut tiba di Paris dengan status bebas transfer setelah kontraknya berakhir dengan AC Milan, tanpa biaya kompensasi yang diterima klub lamanya. Meskipun Donnarumma adalah Pemain Terbaik Euro 2020 saat itu, kepindahannya menyoroti kerentanan klub terhadap kehilangan pemain kunci tanpa mendapatkan nilai pasar mereka. Pada Agustus 2025, bahkan sempat muncul laporan yang mengindikasikan bahwa PSG mempertimbangkan untuk menjual Donnarumma.
PSG, yang di masa lalu pernah menghadapi pengawasan ketat terkait regulasi Financial Fair Play (FFP) UEFA setelah akuisisi besar Neymar dan Kylian Mbappé, kini secara proaktif mengelola kebijakan transfernya. Di bawah arahan penasihat olahraga Luis Campos, klub telah mengadopsi strategi transfer yang lebih terarah, berfokus pada pemain yang "sangat berdedikasi" dan "memprioritaskan sepak bola", sambil memastikan stabilitas finansial jangka panjang dan mengontrol struktur gaji. Luis Campos bahkan menyatakan pada September 2025 bahwa Dembélé siap untuk memperpanjang kontraknya di bawah kondisi gaji yang ditetapkan klub, menunjukkan keselarasan dengan kebijakan gaji terstruktur PSG yang menggabungkan gaji tetap dengan bagian variabel berdasarkan kinerja.
Namun, laporan terbaru per Desember 2025 mengindikasikan bahwa Dembélé, meskipun masih memiliki kontrak hingga Juni 2028, belum menerima tawaran perpanjangan secara resmi. Hal ini sebagian dipengaruhi oleh riwayat cedera Dembélé baru-baru ini, yang dapat mempengaruhi bagian variabel gajinya yang terkait dengan jumlah pertandingan yang dimainkan. Pelatih Luis Enrique mengakui perlunya pengelolaan yang hati-hati terhadap kondisi fisik Dembélé untuk memastikan performa terbaiknya.
Jika PSG gagal memperpanjang kontrak Dembélé dan dia mendekati akhir masa baktinya tanpa kesepakatan baru, risiko untuk kehilangan pemain sekaliber Ballon d'Or dengan harga murah atau bahkan gratis akan menjadi preseden yang merugikan. Situasi seperti ini akan bertentangan dengan strategi klub untuk memaksimalkan nilai aset pemain dan dapat menimbulkan pertanyaan tentang manajemen kontrak jangka panjang mereka. Mengingat investasi signifikan yang telah dikeluarkan untuk membangun skuad juara dan kepatuhan terhadap FFP, PSG sangat berkepentingan untuk menghindari skenario di mana pemain kunci pergi tanpa kompensasi finansial yang memadai, menegaskan bahwa mereka akan berupaya keras agar Dembélé tidak berakhir seperti Donnarumma bagi klub lamanya.