Alonso Cadangkan Vinicius: Drama Ketegangan di Balik Keputusan Kontroversial

Pelatih Real Madrid Xabi Alonso kembali memicu perdebatan setelah mencadangkan Vinicius Jr. dalam pertandingan La Liga melawan Elche yang berakhir imbang 2-2 pada 23 November 2025 lalu. Keputusan ini memperkuat dugaan adanya keretakan hubungan antara sang pemain bintang dan pelatih baru Los Blancos.
Alonso, yang ditunjuk sebagai pelatih kepala Real Madrid pada Juni 2025, sebelumnya telah beberapa kali mencadangkan Vinicius Jr. di musim 2025-2026, termasuk dalam pertandingan La Liga dan Liga Champions. Setelah hasil imbang melawan Elche, Alonso berusaha meredam kontroversi dengan menyatakan bahwa keputusan itu adalah hasil kesepahaman bersama dengan Vinicius, yang disebutnya memahami perannya karena beban kerja yang tinggi setelah tugas internasionalnya. Vinicius sendiri baru saja bermain penuh 180 menit untuk timnas Brasil dalam laga persahabatan melawan Senegal dan Tunisia.
Namun, laporan-laporan menyebutkan bahwa Vinicius merasa tidak nyaman dengan gaya kepelatihan Alonso dan merindukan ikatan "kebapakan" yang ia miliki dengan mantan manajer Carlo Ancelotti. Ancelotti, yang kini menjadi pelatih timnas Brasil, disebut memperlakukan Vinicius dengan pendekatan yang sangat dekat dan menganggapnya sebagai anggota tak tersentuh di starting XI selama musim 2023-2024.
Puncak ketegangan antara kedua belah pihak terlihat jelas saat Vinicius bereaksi marah setelah diganti di babak kedua dalam laga El Clásico melawan Barcelona sebelumnya di musim ini. Insiden tersebut memicu gelombang drama dan spekulasi tentang potensi kepergian Vinicius di musim panas. Vinicius kemudian menyampaikan permintaan maaf publik atas perilakunya, namun secara mencolok tidak menyebut nama Alonso dalam pernyataannya. Meskipun Alonso menepis kontroversi tersebut dan menyatakan masalah telah diselesaikan, serta klub memilih untuk tidak menjatuhkan sanksi kepada sang pemain, ketegangan di internal klub dikabarkan tetap ada.
Bahkan, rumor yang beredar menyebutkan bahwa Vinicius telah menunda pembicaraan perpanjangan kontraknya, yang berakhir pada 2027, karena hubungannya yang tegang dengan Alonso. Ada indikasi bahwa Vinicius mungkin akan mempertimbangkan untuk pergi jika perannya di tim tidak lagi dianggap tak tergantikan. Sumber-sumber juga mengklaim bahwa Alonso saat ini berupaya membangun tim di sekitar Kylian Mbappe, yang baru bergabung, sehingga secara tidak langsung memengaruhi peran Vinicius di lini serang.
Tidak hanya Vinicius, beberapa pemain kunci lainnya seperti Jude Bellingham, Federico Valverde, Rodrygo, dan pemain muda Endrick juga dilaporkan merasa tidak nyaman dengan pendekatan manajerial Xabi Alonso. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di jajaran direksi Real Madrid dan menyoroti atmosfer di ruang ganti tim. Meskipun demikian, Alonso bersikeras pada filosofi rotasinya, sesuatu yang jarang dilakukan oleh pendahulunya, Carlo Ancelotti. Keputusan-keputusan Alonso ini akan terus menjadi sorotan saat Real Madrid menatap sisa musim di La Liga dan kompetisi lainnya.