Kutukan Ban Bocor Hantui Bagnaia di Sepang

Francesco Bagnaia dari tim Ducati terpaksa mengakhiri balapan Grand Prix Malaysia 2025 di Sirkuit Internasional Sepang secara prematur setelah mengalami ban bocor pada ban belakangnya. Insiden mengejutkan ini terjadi saat Bagnaia sedang berjuang di posisi ketiga, hanya beberapa putaran menjelang akhir balapan utama Minggu yang berlangsung 20 lap.
Pembalap Italia itu, yang sebelumnya menunjukkan performa dominan dengan meraih pole position dan memenangkan balapan sprint pada hari Sabtu, mulai merasakan keanehan pada motornya di sekitar lap ke-13. Data kemudian menunjukkan bahwa tusukan terjadi pada ban belakangnya sekitar lap ke-12, dan tekanan ban turun drastis. Akhirnya, pada lap ke-18, dengan tekanan ban antara 0,6 dan 0,7 bar, Bagnaia tidak punya pilihan selain membawa motornya kembali ke pitlane dan dinyatakan tidak finis (DNF).
Michelin, pemasok ban resmi MotoGP, dengan cepat mengonfirmasi penyebabnya adalah "lubang di bagian tengah" ban belakang lunak Bagnaia. Piero Taramasso, kepala Michelin MotoGP, menjelaskan kepada media Italia bahwa kemungkinan besar tusukan tersebut disebabkan oleh sepotong karbon atau puing-puing di lintasan. Taramasso menyatakan insiden seperti ini "sangat tidak biasa" dan menambahkan bahwa meskipun struktur ban sangat kuat, puing yang tajam dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat dihindari.
Pengunduran diri Bagnaia ini merupakan pukulan telak dalam perburuan poin kejuaraan, terutama setelah ia menunjukkan performa yang menjanjikan sepanjang akhir pekan. Saat insiden terjadi, ia berada di posisi ketiga, sebuah hasil yang dapat memberinya poin penting. Kejadian ini secara tidak langsung membuka jalan bagi Joan Mir dari Honda untuk naik podium. Setelah insiden menyakitkan ini, Bagnaia kini berada di posisi keempat klasemen kejuaraan, terpaut lima poin dari Marco Bezzecchi dari Aprilia.
Meskipun kecewa dengan hasil akhir, Bagnaia dilaporkan tetap merasa positif tentang kemajuan yang dicapai timnya selama akhir pekan Sepang. Ia menyatakan telah mendapatkan "ide yang lebih jelas" dan membuat "langkah demi langkah" peningkatan pada motornya, meskipun ada insiden ban yang memaksanya pensiun. Bagnaia bahkan mengungkapkan bahwa ia "belum pernah mendengar tentang ban bocor" di MotoGP sebelumnya, menyoroti betapa langkanya insiden semacam ini. Ducati Corsa telah meluncurkan investigasi internal, bekerja sama dengan Michelin, untuk menganalisis ban dan rakitan roda guna menentukan penyebab pasti dari anomali tersebut.