SEA Games: Emas Ganda Putri Tenis Genapkan 84 Medali untuk Indonesia

Pada Jumat, 19 Desember 2025, pasangan tenis ganda putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen, mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali emas di ajang SEA Games ke-33 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, memperkaya pundi-pundi medali kontingen Merah Putih dalam kompetisi regional. Kemenangan dominan 6-2, 6-1 atas pasangan tuan rumah Thailand, Peangtarn Plipuech dan Lanlana Tararudee, di National Tennis Development Center, Bangkok, tidak hanya menandai keunggulan atlet Indonesia tetapi juga mendorong koleksi medali emas nasional ke titik signifikan, melampaui target awal yang ditetapkan.
Kemenangan ini menjadi salah satu dari tiga medali emas yang disumbangkan cabang olahraga tenis untuk Indonesia di SEA Games 2025. Hingga penutupan ajang tersebut pada 20 Desember 2025, kontingen Indonesia berhasil mengamankan posisi kedua dalam klasemen akhir dengan total 333 medali, terdiri atas 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Raihan 84 medali emas yang terakumulasi pada fase krusial pertandingan menandai tercapainya target awal lebih dari 80 medali emas yang dicanangkan oleh Komite Olimpiade Indonesia, menunjukkan performa tertinggi Indonesia di SEA Games sejak era reformasi di luar status tuan rumah.
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Nurdin Halid, menyatakan apresiasinya terhadap capaian ini. PP Pelti juga berkomitmen memberikan bonus sebesar Rp 200 juta untuk medali emas ganda putri, di luar bonus Rp 1 miliar yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto untuk setiap peraih emas. Dukungan ini diharapkan dapat memacu semangat atlet untuk menghadapi ajang yang lebih besar, termasuk Asian Games 2026.
Aldila Sutjiadi, yang kini memiliki tujuh medali emas SEA Games sejak debutnya pada 2015, bersama Janice Tjen, menunjukkan betapa partisipasi dalam turnamen profesional telah mematangkan kemampuan mereka. Kemenangan ini bukan hanya tambahan koleksi medali, tetapi juga cerminan investasi strategis Indonesia dalam pengembangan atlet tenis yang kompetitif. Fokus pada turnamen profesional bagi atlet-atlet putri seperti Aldila, Janice, dan Priska Madelyn Nugroho—yang juga meraih emas beregu putri dan tunggal putri di SEA Games 2023—telah terbukti efektif dalam meningkatkan standar permainan dan mentalitas juara mereka.
Meskipun pada SEA Games 2023 di Kamboja ganda putri Indonesia (Aldila Sutjiadi/Jessy Rompies) harus puas dengan medali perak setelah dikalahkan Thailand di final, keberhasilan Aldila dan Janice di tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Kemenangan ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan dominan di tenis regional tetapi juga memberikan dorongan moral bagi atlet muda untuk mengejar karier di dunia raket dengan ambisi meraih sukses di tingkat yang lebih tinggi. Momentum ini menjadi fondasi penting bagi persiapan Indonesia menuju Asian Games dan kualifikasi Olimpiade mendatang.