MotoGP Portugal 2025: Bagnaia Berburu Kembali Peringkat 3 Klasemen

Francesco Bagnaia dari tim pabrikan Ducati menghadapi tantangan berat dalam perebutan posisi ketiga di klasemen Kejuaraan Dunia MotoGP 2025 setelah akhir pekan yang mengecewakan di Grand Prix Portugal. Balapan yang berlangsung di Portimao ini menjadi ronde ke-21 dari 22 seri yang dijadwalkan, di mana Bezzecchi berhasil meraih kemenangan dominan di hari Minggu.
Pada sesi Sprint Race, Bagnaia hanya mampu finis di posisi kedelapan setelah memulai balapan dari grid keempat. Ia mengakui "tidak memiliki kecepatan sejak awal" dan kesulitan mengelola ban sepanjang 12 lap. Hasil ini menandai kembalinya masalah Sprint Race yang menghantui Bagnaia sepanjang musim 2025.
Puncak kesulitan Bagnaia terjadi pada balapan utama di hari Minggu. Setelah sempat berada di posisi keempat, ia terjatuh pada lap ke-11 dari 25 lap, mencatatkan Did Not Finish (DNF) keempat berturut-turut dalam balapan Grand Prix. Insiden ini terjadi saat Bagnaia berusaha keras untuk mengejar Pedro Acosta yang berada di posisi ketiga. "Saya berusaha keras untuk mengamankan posisi keempat," ujarnya. "Terlalu dini untuk merasa nyaman, jadi saya memaksakan diri, mencoba mengejar Pedro. Saya tahu itu sulit karena mereka jauh lebih cepat dari saya." Bagnaia menyatakan bahwa lebih baik terjatuh saat berjuang untuk posisi teratas daripada jatuh dari posisi yang lebih rendah seperti yang terjadi di Australia dan Indonesia.
Akibat DNF ini, Bagnaia hanya membawa pulang dua poin dari Portimao, membuatnya tertinggal 35 poin dari Marco Bezzecchi (Aprilia) yang kini memegang kendali posisi ketiga di klasemen menuju seri pamungkas di Valencia. Selain itu, ia juga hanya unggul tipis tiga poin dari Pedro Acosta (KTM) yang mengancam posisi keempatnya. Hasil di Portugal ini menempatkan Bagnaia di jalur untuk menyelesaikan musim 2025 di posisi kelima klasemen, sebuah pencapaian terburuknya sejak bergabung dengan tim pabrikan Ducati pada tahun 2021. Musim 2025 memang menjadi periode yang penuh tantangan bagi Bagnaia, dengan kedatangan Marc Marquez yang mendominasi dan kesulitan adaptasi dengan motor GP25-nya, yang menurut beberapa pengamat telah mengikis kepercayaan dirinya.
Meskipun demikian, dalam pernyataannya pasca-balapan, Bagnaia menunjukkan tekad kuat untuk bangkit di Valencia. "Kami hanya perlu fokus untuk balapan terakhir. Dan saya sangat ingin menjalani akhir pekan yang sangat baik di sana, mendapatkan hasil yang bagus," katanya. Ia mengakui bahwa Bezzecchi "lebih pantas mendapatkan posisi ketiga di kejuaraan daripada saya" dan menegaskan, "Saya jatuh karena saya mendorong. Saya tidak ingin finis terakhir lagi. Ini adalah musim yang panjang, tapi saya akan memulai dari awal lagi." Pengakuan jujur ini mencerminkan perjuangan psikologis yang ia hadapi, namun juga menunjukkan semangat petarung yang ingin mengakhiri musim dengan catatan positif dan memulai kembali di musim berikutnya.