Borneo FC: Mengapa Mereka Bertekad Kuat Bangkit dari Rentetan Kekalahan?

Borneo FC tengah menghadapi tantangan serius di Liga Indonesia setelah menelan dua kekalahan beruntun yang mengakhiri rekor fantastis 11 kemenangan berturut-turut mereka. Tim berjulukan Pesut Etam ini, yang sebelumnya nyaman di puncak klasemen Super League 2025/2026, kini bertekad kuat untuk kembali ke jalur positif.
Kekalahan pertama datang pada 30 November 2025 saat mereka takluk 0-1 dari Bali United di kandang sendiri, menghentikan catatan tak terkalahkan yang impresif. Selang lima hari kemudian, pada 5 Desember 2025, Borneo FC kembali menelan pil pahit dengan kalah 1-3 dari Persib Bandung dalam laga tandang yang berat. Meskipun demikian, Borneo FC masih memimpin klasemen, namun jarak dengan tim-tim di bawahnya, seperti Persija dan Persib, kini semakin menipis.
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengakui bahwa timnya merasakan tekanan setelah hasil negatif ini. "Kami bukan tim yang sempurna," ujar Lefundes, seraya menambahkan bahwa keraguan dari pihak luar justru menjadi motivasi bagi timnya untuk menunjukkan kekuatan sejati mereka.
Salah satu faktor yang disoroti Lefundes adalah absennya beberapa pemain kunci, termasuk gelandang Rivaldo Pakpahan, yang dipanggil untuk memperkuat Timnas U-22 Indonesia di ajang SEA Games 2025 di Thailand. Pelatih asal Brasil itu mengakui kesulitan yang dialami timnya tanpa kehadiran Rivaldo yang memiliki peran vital di lini tengah. Selain itu, Lefundes juga mengamati bahwa tim lawan mulai mengubah cara bermain mereka, seringkali dengan taktik ultra-defensif untuk meredam serangan Borneo FC.
Menyikapi kondisi ini, Lefundes menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh secara internal bersama staf pelatih dan para pemain. Ia berharap kekalahan ini menjadi cambuk motivasi untuk pulih dan meningkatkan performa tim. "Kami memiliki poin untuk dipulihkan dan ditingkatkan," katanya.
Optimisme juga datang dari para pemain. Bek muda Borneo FC, Alfharezzi Buffon, menyatakan bahwa hasil minor ini menjadi lecutan motivasi bagi tim untuk bekerja lebih keras lagi. Ia menekankan pentingnya menjaga mentalitas dan mempertahankan ambisi untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan, terutama karena tim-tim pesaing di bawah mulai mendekat.
Borneo FC akan menghadapi jadwal padat di bulan Desember 2025 dengan beberapa laga tandang yang menanti, termasuk melawan Persebaya Surabaya pada 20 Desember dan Malut United pada 27 Desember. Periode ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas dan kapasitas tim untuk membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dari keterpurukan dan mempertahankan posisi di puncak klasemen Super League.