Flick Murka: Raphinha Terdepak dari Tim Terbaik FIFA 2025, Anggap Keputusan Konyol!

Manajer Barcelona Hansi Flick melontarkan kritik keras terhadap FIFA, menyebut tidak masuknya penyerang sayap Raphinha ke dalam Tim Terbaik FIFA 2025 sebagai sebuah "lelucon" menyusul pengumuman resmi penghargaan individu sepak bola global pekan ini. Komentar tajam Flick muncul setelah Raphinha gagal meraih tempat di daftar sebelas pemain terbaik dunia, meskipun menjalani musim 2024-2025 yang luar biasa bersama klub Catalan tersebut.
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan La Liga melawan Villarreal, Flick menyatakan bahwa penampilan Raphinha seharusnya menjamin posisinya di tim elit tersebut. "Ada sesuatu yang ingin saya komentari. Tim Terbaik FIFA ini adalah lelucon. Sungguh luar biasa Raphinha tidak ada di dalamnya," ujar Flick, menyoroti pengaruh besar sang pemain di lapangan.
Musim 2024-2025 memang menjadi titik balik bagi Raphinha di Barcelona. Ia tampil integral dalam keberhasilan klub meraih treble domestik, yaitu gelar La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de España. Penyerang Brasil tersebut membukukan 34 gol dan 22 assist dari 57 penampilan di semua kompetisi, menjadikannya pencetak gol terbanyak bersama di Liga Champions dengan 13 gol dan penyedia assist terbanyak dengan sembilan assist di kompetisi yang sama. Pencapaian ini juga mengantarkannya meraih penghargaan Pemain Terbaik La Liga.
Flick, yang mengambil alih kemudi Barcelona di awal musim 2024-2025, bahkan menunjuk Raphinha sebagai salah satu kapten tim dan mengubah posisinya menjadi lebih sentral, sebuah langkah yang secara dramatis meningkatkan performa pemain berusia 29 tahun itu. "Pengaruhnya sungguh luar biasa. Ia adalah pencetak gol terbanyak di Liga Champions. Sungguh luar biasa. Dan yang terpenting adalah pengaruhnya," tambah Flick. "Ini adalah lelucon. Saya tidak percaya ia tidak masuk. Setelah musim ini, ia pantas mendapatkannya. Sungguh luar biasa."
Penghargaan Tim Terbaik FIFA (sebelumnya FIFA FIFPro World XI) dipilih oleh ribuan pesepak bola profesional di seluruh dunia, dengan kriteria performa yang diukur selama periode tertentu. Untuk edisi ini, periode penilaian mencakup penampilan antara 21 Agustus 2023 hingga 10 Agustus 2024, serta 15 Juli 2024 hingga 3 Agustus 2025. Raphinha sendiri sempat masuk dalam daftar 26 nominasi, namun gagal menembus sebelas pemain utama.
Eksklusi Raphinha memicu perdebatan mengenai objektivitas dan kredibilitas penghargaan individu dalam sepak bola modern, terutama ketika pemain dengan statistik dan kontribusi gelar yang jelas diabaikan. Ini juga menyoroti bagaimana persepsi global terkadang tidak selaras dengan penilaian langsung dari pelatih yang bekerja setiap hari dengan para pemain. Meskipun Raphinha sendiri mengakui kekecewaannya, ia menekankan bahwa kesuksesan tim lebih utama daripada penghargaan individu. Insiden ini berpotensi memicu evaluasi ulang terhadap sistem pemungutan suara atau setidaknya menimbulkan diskusi mendalam tentang bagaimana penghargaan semacam ini mencerminkan kinerja sebenarnya di lapangan.