BTN Gelar TC Perdana: 24 Pebasket Dipanggil Tatap SEA Games 2025

Badan Tim Nasional (BTN) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) telah memanggil 24 pebasket putra untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) sebagai persiapan menuju SEA Games Thailand 2025. Pemusatan latihan ini resmi dimulai pada Rabu, 10 September 2025, dan berlangsung di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan.
Pemanggilan 24 nama ini merupakan hasil pemantauan komprehensif dari kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) musim 2025 selama satu musim penuh, serta evaluasi performa dari ajang IBL All-Indonesian 2025 yang baru berakhir pada akhir Agustus lalu. Manajer Timnas Putra Senior, Rivaldo Tandra Pangesthio, menjelaskan bahwa pemanggilan ini merupakan bagian dari program jangka panjang timnas dan bertujuan untuk memilih yang terbaik dari yang terbaik.
Timnas basket putra akan dipimpin oleh pelatih kepala David Singleton, yang didampingi oleh tiga asisten pelatih, yaitu Andri Malay, Nico Donnda, dan Ismael Tan. SEA Games 2025 akan menjadi debut Singleton sebagai pelatih kepala tim nasional.
Dalam daftar 24 pemain yang dipanggil, terdapat kombinasi pemain senior berpengalaman dan talenta muda yang bersinar di IBL. Beberapa nama langganan timnas yang kembali dipanggil antara lain Abraham Grahita, Andakara Prastawa, Kaleb Ramot Gemilang, Ponsianus Indrawan, Yudha Saputera, dan Juan Laurent Kokodiputra. Pemain lain yang juga dipanggil termasuk Agassi Goantara, Patrick Nikolas, Rio Disi, dan Hendrick Yonga.
Regulasi terkait pemain naturalisasi di SEA Games 2025 menjadi perhatian utama. Aturan terbaru menetapkan bahwa hanya pemain yang memiliki paspor negara peserta sebelum berusia 16 tahun yang diperbolehkan tampil. Hal ini membuat nama-nama populer seperti Marques Bolden, Lester Prosper, Anthony Beane, dan Brandon Jawato tidak dapat memperkuat tim. Satu-satunya pemain kelahiran luar negeri yang masuk dalam daftar adalah Dame Diagne, center asal Senegal yang telah menjadi Warga Negara Indonesia sejak sebelum berusia 16 tahun.
Pelatih David Singleton mengakui adanya tantangan, terutama krisis pemain "big man" akibat regulasi ini dan absennya Vincent Kosasih karena alasan keluarga. Untuk mengatasi hal tersebut, Singleton berencana menerapkan strategi permainan cepat dan mengandalkan akurasi tembakan dari luar garis tiga angka.
Setelah menjalani beberapa pekan TC, David Singleton melakukan perampingan skuad. Enam pemain dipulangkan ke klub masing-masing pada awal Oktober, menyisakan 18 nama dalam pemusatan latihan. Keenam pemain yang dipulangkan adalah Abraham Wenas (Kesatria Bengawan Solo), Fisyaiful Amir (Hangtuah Jakarta), Kelvin Sanjaya (Satria Muda Bandung), Gede Elgi Wimbardi (Bali United), Adrien Maxime Alain Chalias (Bali United), dan Neo Putu Satria Pande (Pelita Jaya Jakarta). Manajer timnas Rivaldo Tandra Pangesthio menjelaskan bahwa pengurangan ini adalah bagian dari tahapan untuk mencari komposisi terbaik dan didasarkan pada kecocokan dengan gaya bermain yang diinginkan pelatih. Selanjutnya, skuad akan kembali dipangkas menjadi 15 nama untuk program try out di Australia yang dijadwalkan pada 21 Oktober hingga 2 November 2025.
SEA Games 2025 sendiri akan berlangsung di Bangkok, Chonburi, dan Songkhla, Thailand, pada tanggal 9 hingga 20 Desember 2025. Timnas basket putra Indonesia datang dengan misi untuk mempertahankan medali emas yang pernah diraih secara bersejarah pada SEA Games 2021 di Vietnam. Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Nirmala Dewi, memohon dukungan publik agar timnas dapat memberikan prestasi terbaik di Thailand.