Menyelami Jiwa Giallorossi: Kisah AS Roma dan Legenda Abadi Francesco Totti

Associazione Sportiva Roma, yang akrab disapa AS Roma atau Giallorossi, adalah klub sepak bola ikonik dari ibu kota Italia, Roma. Didirikan pada musim panas 1927 oleh Italo Foschi, klub ini dibentuk melalui penggabungan tiga klub sepak bola lokal – Roman FC, SS Alba-Audace, dan Fortitudo-Pro Roma SGS – dengan tujuan menciptakan kekuatan yang mampu menyaingi klub-klub dominan dari Italia Utara. Sejak berdirinya, Roma telah menjadi simbol kebanggaan bagi para pendukung setianya, yang dikenal sebagai Romanisti.
Kandang AS Roma adalah Stadio Olimpico, sebuah stadion multi-fungsi yang juga menjadi markas bagi rival sekota mereka, Lazio. Stadion ini merupakan fasilitas olahraga terbesar di Roma dan terbesar kedua di Italia, dengan kapasitas lebih dari 70.000 penonton. Julukan "Giallorossi" sendiri merujuk pada warna khas seragam tim, yaitu kuning dan merah. Julukan lain yang populer termasuk "La Magica" (Si Ajaib) dan "i Lupi" (Serigala), yang menggambarkan ketangguhan dan semangat juang tim, serta merujuk pada mitos pendiri Kota Roma, Romulus dan Remus, yang digambarkan dalam lambang klub.
Sepanjang sejarahnya, AS Roma telah meraih tiga gelar Serie A, sembilan Coppa Italia, dan dua Supercoppa Italiana. Gelar Serie A pertama diraih pada musim 1941–1942, diikuti oleh kemenangan pada 1982–1983 dan yang paling berkesan pada musim 2000–2001. Di kancah Eropa, Roma berhasil memenangkan Piala Inter-Cities Fairs pada musim 1960–1961 dan menjadi juara edisi perdana Liga Konferensi Eropa UEFA pada musim 2021–2022. Mereka juga pernah menjadi finalis Piala Eropa 1983–1984 dan Piala UEFA 1990–1991, serta Liga Europa 2022-2023.
Namun, kisah AS Roma tidak akan lengkap tanpa menyoroti salah satu ikon terbesarnya, Francesco Totti. Totti adalah personifikasi kesetiaan, menghabiskan seluruh karier profesionalnya hanya bersama AS Roma. Debutnya terjadi pada 28 Maret 1993, dan ia pensiun setelah pertandingan terakhir Serie A musim 2016–2017 melawan Genoa. Totti menjadi kapten termuda dalam sejarah Serie A pada tahun 1998, menunjukkan bakat dan kepemimpinannya sejak usia muda.
Selama 25 musim bersama Giallorossi, Totti mencatatkan 785 penampilan di semua kompetisi, rekor terbanyak untuk klub. Ia juga merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa AS Roma dengan 307 gol di semua kompetisi, dan pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah Serie A dengan 250 gol, sekaligus menjadi pemain terbaik yang hanya membela satu klub di Italia. Prestasi individunya termasuk meraih Sepatu Emas Eropa pada musim 2006–2007 sebagai pencetak gol terbanyak di liga-liga Eropa. Totti juga merupakan bagian integral dari tim nasional Italia yang menjuarai Piala Dunia 2006 di Jerman. Rekor lainnya termasuk pencetak gol tertua di Liga Champions UEFA pada usia 38 tahun 59 hari, dan pemain pertama yang mencetak dua digit gol untuk satu klub dalam 13 musim secara total. Ia juga memegang rekor 46 brace (mencetak dua gol dalam satu pertandingan) di Serie A.
Memasuki akhir tahun 2025, AS Roma berada di bawah bimbingan pelatih baru, Gian Piero Gasperini, yang ditunjuk setelah Claudio Ranieri pensiun pada akhir musim 2024/2025. Ranieri sebelumnya berhasil membawa Roma finis di posisi kelima Liga Italia musim 2024/2025. Di awal musim 2025/2026, AS Roma menunjukkan tanda-tanda positif dan bahkan sempat memimpin klasemen Serie A bersama Inter Milan pada jeda internasional November. Dengan skuad yang mencakup pemain seperti Paulo Dybala, Stephan El Shaarawy, Lorenzo Pellegrini, dan Gianluca Mancini, Giallorossi berambisi untuk mempertahankan posisi teratas klasemen Liga Italia dan menjadi pesaing serius meraih Scudetto. Komitmen klub juga terlihat dari rencana pembangunan stadion baru di area Pietralta, sebagai "koloseum baru yang megah" yang dijanjikan untuk para penggemar dan warisan bagi generasi mendatang.