Ambisi Scudetto Mourinho di Roma: Akankah Terwujud?

Mantan pelatih AS Roma, José Mourinho, yang kini menukangi Benfica, secara blak-blakan mengungkapkan harapannya agar Roma bisa meraih gelar Scudetto Serie A. Namun, "The Special One" juga dengan berat hati mengakui bahwa peluang Giallorossi untuk mengangkat trofi musim 2025-2026 ini sangat tipis, dengan ia memprediksi perebutan gelar akan menjadi milik Inter, Milan, dan Napoli.
Dalam konferensi pers baru-baru ini setelah kemenangan Benfica di Liga Champions atas Napoli pada 11 Desember 2025, Mourinho berbicara dalam bahasa Italia tentang persaingan Scudetto. Ia tidak menyembunyikan kecintaannya pada Roma, menyatakan bahwa ia akan turut berlari ke Circus Maximus jika Roma memenangkan gelar. "Scudetto? Saya rasa ini adalah pertanyaan antara Inter, Milan, dan Napoli, dan saya kecewa karena saya sendiri akan berlari ke Circus Maximus…," ujar Mourinho, merujuk pada tempat penggemar Roma biasanya berkumpul untuk merayakan kemenangan.
Analisis Mourinho terhadap situasi terkini di Serie A menunjukkan bahwa ia terpaksa menyingkirkan Roma dari perhitungannya. Ia menyebut Inter memiliki "potensi luar biasa dengan skuad papan atas", dan Napoli memiliki kualitas yang "sama". Selain itu, ia menyoroti keuntungan AC Milan yang hanya bermain satu pertandingan seminggu, memungkinkan pelatih mereka, Max Allegri, untuk mengelola tim dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh pelatih seperti Cristian Chivu dan Antonio Conte karena jadwal pertandingan yang padat.
Hingga 7 Desember 2025 (MatchDay 14 Serie A 2025-26), AS Roma berada di posisi keempat klasemen sementara Serie A dengan 27 poin. Mereka terpaut empat poin dari AC Milan dan Napoli yang sama-sama mengoleksi 31 poin di puncak, serta tiga poin dari Inter Milan yang berada di posisi ketiga dengan 30 poin. Meskipun Roma menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan musim lalu, dengan perolehan 15 poin setelah enam pertandingan awal, selisih enam poin lebih banyak dari musim 2024-2025 di tahap yang sama, Mourinho tetap realistis tentang tantangan yang ada.
Mourinho, yang pernah memenangkan treble bersama Inter pada tahun 2010, mengungkapkan "sayangnya, saya pikir itu akan menjadi pertarungan antara ketiga tim ini. Saya mengatakan sayangnya karena saya sangat ingin Roma menang: saya juga akan pergi merayakan di Circus Maximus, tetapi saya rasa tidak akan terjadi." Ini menggarisbawahi dilema antara keinginan emosionalnya untuk mantan klubnya dan penilaian pragmatisnya terhadap kekuatan tim-tim yang bersaing.