Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Bagnaia Kukuhkan Kesetiaan Abadi untuk Ducati di MotoGP

Admin 18 Nov 2025

Bagnaia Kukuhkan Kesetiaan Abadi untuk Ducati di MotoGP

Francesco Bagnaia telah menegaskan ambisinya untuk mengakhiri kariernya sebagai pembalap Ducati di ajang MotoGP. Pernyataan ini muncul di tengah musim 2025 yang penuh tantangan, di mana Bagnaia menyelesaikan kejuaraan di posisi kelima klasemen akhir, gagal memenuhi ekspektasi setelah menjadi juara dunia dua kali berturut-turut pada tahun 2022 dan 2023.

Pembalap Italia berusia 28 tahun itu telah menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun dengan Ducati pada 4 Maret 2024, yang mengikatnya dengan tim pabrikan hingga akhir musim 2026. Kontrak ini memastikan kelanjutan "pasangan pemenang serba Italia" yang merupakan kombinasi teknologi Desmosedici GP dan talenta Bagnaia.

Bagnaia pertama kali bergabung dengan keluarga Ducati pada tahun 2019 melalui tim satelit Pramac Racing, sebelum naik ke tim pabrikan pada tahun 2021. Ia mencatatkan sejarah sebagai pembalap Italia pertama yang memenangkan gelar juara dunia MotoGP dengan motor Italia, Desmosedici GP, pada tahun 2022, mengakhiri penantian 15 tahun Ducati sejak kemenangan Casey Stoner pada tahun 2007. Ia berhasil mempertahankan gelarnya pada tahun 2023, menjadi pembalap ketiga di era MotoGP yang meraih gelar beruntun setelah Valentino Rossi dan Marc Marquez. Dengan perpanjangan kontraknya, Bagnaia akan semakin mengukuhkan posisinya dalam sejarah pabrikan Borgo Panigale, menjadi pembalap kedua yang terikat dengan Ducati selama total delapan tahun.

Musim 2025 menjadi periode yang sulit bagi Bagnaia, terutama di paruh kedua. Setelah finis ketiga di Sachsenring, ia hanya menyelesaikan lima dari 11 balapan grand prix terakhir, termasuk langsung tersingkir di awal balapan Valencia pada 16 November 2025. Performa inkonsistennya menimbulkan spekulasi tentang masa depannya, dengan beberapa rumor menyebut Ducati mungkin tidak mempertahankannya setelah kontraknya berakhir pada 2026, terutama mengingat performa dominan rekan setimnya, Marc Marquez, yang berhasil mengunci gelar juara dunia 2025.

Meskipun demikian, Bagnaia tetap teguh pada keinginannya untuk bertahan. Ia menyatakan, "Aku tidak tahu, aku ingin terus bersama Ducati, itulah ambisiku. Aku toh memulai bersama mereka, mereka memberiku kesempatan untuk memenangi dua gelar. Aku memberi mereka gelar itu. Kami meningkatkan motornya dan sekarang bisa cocok untuk semua pembalap." Manajer Umum Ducati Corse, Luigi Dall'Igna, sebelumnya telah menyatakan kegembiraannya memiliki Bagnaia untuk musim 2025 dan 2026, mengakui kontribusinya dalam menulis halaman penting sejarah balap motor. Namun, ada indikasi bahwa Marc Marquez mungkin menjadi fokus utama Ducati ke depan, yang membuat beberapa pengamat menyarankan Bagnaia untuk mempertimbangkan pindah ke pabrikan lain seperti Aprilia atau Yamaha demi "udara segar" dan harapan baru. Saat ini, gaji pokok Bagnaia dengan kontrak barunya diperkirakan mencapai 7 juta Euro per musim, dengan potensi melebihi 10 juta Euro tergantung pada hasil kejuaraan.