Lupakan Kontrak, Jorge Martin Bidik Penampilan Gemilang Kembali di Lintasan

Jorge Martin, juara dunia MotoGP 2024, menegaskan bahwa dirinya tidak memikirkan kontrak baru dan memilih untuk fokus penuh pada performa di lintasan. Pernyataan ini muncul di tengah musim 2025 yang penuh tantangan dan spekulasi mengenai masa depannya di Aprilia. Martin, yang mengalami musim "terburuk dalam karier profesionalnya," kini bertekad untuk kembali menunjukkan penampilan terbaiknya.
Musim 2025 Martin bersama Aprilia Racing telah dihantui serangkaian cedera serius yang membuatnya absen di sebagian besar balapan. Ia mengalami patah tangan kanan dan kaki kiri pada pra-musim, diikuti patah tangan kiri lagi dalam insiden latihan, yang membuatnya absen pada tiga balapan pertama. Kembali di Grand Prix Qatar, Martin terlibat dalam kecelakaan parah yang mengakibatkan 11 tulang rusuknya patah dan hemopneumotoraks, sehingga ia harus menepi selama tujuh balapan tambahan. Akibatnya, ia hanya berkompetisi dalam 8 dari 22 balapan, dengan hanya 7 start dan mengumpulkan 34 poin. Ia bahkan mengaku masih "merasa seperti rookie" di atas motor Aprilia RS-GP karena kurangnya waktu di lintasan dan kesulitan beradaptasi.
Di tengah situasi sulit ini, Jorge Martin telah mengonfirmasi niatnya untuk meninggalkan Aprilia pada akhir musim 2025, meskipun ia menandatangani kontrak multi-tahun yang berlaku mulai tahun tersebut. Keputusan ini didasarkan pada klausul kinerja dalam kontraknya yang memungkinkan dia untuk keluar jika kondisi tertentu tidak terpenuhi, seperti posisi di klasemen kejuaraan setelah sejumlah balapan. Namun, Aprilia berpendapat bahwa kontrak tersebut masih berlaku hingga 2026, dengan alasan bahwa klausul tersebut tidak valid mengingat absennya Martin karena cedera. Manajer Martin, Albert Valera, bersikeras bahwa pembalapnya "bebas kontrak" untuk tahun 2026 setelah menggunakan klausul tersebut.
Rumor kuat menyebutkan Honda sebagai tujuan Martin berikutnya, dan pihak Honda pun telah menyatakan bahwa Martin adalah pilihan jika ia secara hukum bebas dari kontrak. Meski demikian, Martin memilih untuk mengesampingkan pembicaraan kontrak dan fokus untuk memulihkan performanya. Ia baru-baru ini menyatakan bahwa tahun 2025 adalah "tahun terburuk dalam karier profesionalnya," namun ia tidak pernah berpikir untuk pensiun, melainkan terus berupaya keras untuk kembali mengendarai motornya. Selama tes Valencia, ia bahkan telah kembali menggunakan nomor balap kesayangannya, 89, menandakan kesiapan untuk awal yang baru.
Dengan musim 2025 yang hampir berakhir, tekad Martin untuk "tampil sip lagi" bukan hanya sekadar keinginan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan reputasinya dan membuktikan kembali kemampuannya sebagai juara dunia. Fokusnya kini tertuju pada adaptasi dengan motor Aprilia, pengujian komponen baru, dan membangun kembali kepercayaan diri yang sempat terkikis oleh serangkaian insiden.