Asnawi Serukan PSSI Rancang Peta Jalan Masa Depan Sepak Bola Nasional

Kapten Tim Nasional Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar, secara tegas meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk lebih fokus memikirkan langkah ke depan demi kemajuan sepak bola Tanah Air. Pernyataan ini disampaikan Asnawi menyusul polemik internal yang mencuat ke publik belakangan ini, di mana ia merasa disudutkan oleh komentar salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Jumat, 12 Desember 2025, Asnawi menegaskan tidak ada masalah atau keributan di ruang ganti timnas usai pertandingan melawan China dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia membantah keras narasi yang dibangun mengenai ketidakharmonisan tim dan polemik ban kapten, yang sebelumnya ramai diperbincangkan berdasarkan pernyataan Arya Sinulingga. Asnawi menjelaskan bahwa isu mengenai perubahan ban kapten telah ia klarifikasi sebelumnya, dan hal tersebut bukan menjadi sumber masalah internal.
Asnawi menekankan bahwa federasi seharusnya hadir untuk melindungi tim dan mendukung penuh setiap keputusan pelatih terkait komposisi pemain, bukan justru memperkeruh suasana dengan pernyataan yang tidak akurat. "Stop lah mengeluarkan statement yang membuat keliru di publik. Lebih baik membahas bagaimana Timnas Indonesia bisa lebih berprestasi ke depannya," tulis Asnawi, menyerukan agar diskusi publik diarahkan pada hal-hal yang lebih konstruktif.
Seruan Asnawi ini datang di tengah periode yang kurang menggembirakan bagi sepak bola Indonesia sepanjang tahun 2025. Timnas Indonesia U-22 gagal melangkah dari fase grup SEA Games 2025, dan timnas senior juga harus mengubur impiannya untuk berlaga di Piala Dunia 2026. Selain itu, PSSI juga sempat diwarnai kontroversi pemecatan pelatih Shin Tae-yong awal tahun ini, dengan alasan dinamika ruang ganti dan komunikasi. Kondisi ini memperkuat urgensi dari permintaan Asnawi agar PSSI benar-benar fokus pada strategi jangka panjang dan eksekusi yang nyata.
PSSI sendiri diketahui telah menerbitkan draf "roadmap" yang dinamakan 'Garuda Membara 2034' atau 'Garuda Membara 2030', dengan ambisi besar seperti masuk delapan besar Asia, rutin lolos Piala Dunia, dan mencapai peringkat FIFA 60-70. Namun, Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, menyatakan bahwa roadmap lengkap baru akan diluncurkan pada tahun 2026 karena masih dalam tahap mempelajari dinamika sepak bola Indonesia dan pembaruan berdasarkan observasi. Asnawi berharap PSSI dapat mewujudkan langkah-langkah ke depan yang lebih konkret dan bukan sekadar narasi publik, demi masa depan sepak bola nasional yang lebih baik.